ASAHAN, Potretnusantara.id – Seorang pria yang akrab disapa Pandu (21) warga Dusun II Desa Manis, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan ditemukan tewas gantung diri, Jum’at (5/5/2023) sekira pukul 16.30 WIB di garasi mobil rumahnya yang berpijak dari atas mobil.
Pemuda lajang yang merupakan mahasiswa semester IV disalah satu perguruan tinggi di Kabupaten Asahan itu mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung dirinya dengan tali nilon.
Diperoleh keterangan dari Bulah salah seorang warga setempat, korban ditemukan pertama kali oleh neneknya. Ketika itu si nenek disuruh suaminya yang duduk dikursi roda karena lumpuh melihat cucunya Pandu masuk ke dalam garasi mobil yang lama tidak keluar.
“Ternyata si nenek menemukan cucunya tergantung di atas dek garasi mobil dengan kondisi sudah tidak bernyawa Melihat peristiwa tersebut nenek korban menjerit meminta tolong dan selang beberapa saat beberapa tetangga berdatangan untuk menurunkan korban,” ungkapnya.
Namun hingga sampai saat ini belum diketahui pasti motif korban gantung diri, tapi sebelum mengakhiri hidupnya diduga korban meninggalkan sebuah pesan yang ditulis di kertas. Pesan tersebut diantaranya berbunyi Minta izin (maaf) kepada orang tuanya, karena selama ini telah menyusahkan ibunya. Selain itu juga korban menuliskan nomor Pin HP nya yang diduga terdapat kata-kata yang menjadi keluhan selama hidupnya.
Hadir melayat di rumah duka tokoh masyarakat Desa Manis Alimin yang juga selaku anggota DPRD Kabupaten Asahan sekaligus memberikan kata sambutan mewakili keluarga yang berduka. Juga hadir Kepala Desa Manis Sopiyan yang memberikan kata-kata sambutan turut berlangsungkawa atas meninggalnya Pandu yang selama ini dikenalnya cukup baik dan ramah.
“Almarhum orang baik dan rajin sholat di masjid, sebelum mengakhiri hidupnya almarhum dikabarkan baru melaksanakan sholat Azhar”. papar Sopiyan.
Kasus pemuda lajang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri ini sudah ditangani Polsek Pulau Raja. (Paimin).
Editor : RD










