PADANGSIDEMPUAN, Potretnusantara.id-Panitia pelaksana kontes burung di Batang Toru mengalu telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak sekolah SMP N 2 Batang toru sebagai tempat pelaksanaan kontes.
Hal ini disampaikan Dosma, yang mengaku sebagai Panitia Penanggung Jawab mengatakan bahwa pelaksanaan acara kontes burung tersebut telah dikoordinasikan kepada pihak kepolsian dan pihak sekolah.
“Kalau terkait masalah izin kita memang tidak ada dari pihak manapun, tetapi kita (panitia-red) sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak sekolah,”kata Dosma kepada potretnusantara.id.
Dosma menegaskan, pihaknya tidak akan berani melakukan kegiatan kontes burung jika tidak ada persetujuan dari pihak-pihak terkait.
“Makanya kita berani memakai lokasi sekolah ini untuk buat kontes suara burung ini bang, kalau tidak ada koordinasi mana mungkin,”ungkapnya.
Sedikit berbeda dengan pengakuan salah satu panitia pelaksana yang namanya enggan disebutkan, dia mengatakan bahwa mereka telah memiliki izin dari pihak Dinas Pendidikan dan pihak sekolah.
“Kontes ini sudah ada izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, begitu juga dari pihak sekolah,”katanya pasti.
Dampak dari kontes tersebut yang dinilai menimbulkan kerumunan mendapat tanggapan dari masyarakat sekitar. Warga merasa keberatan, dimana saat ini maraknya covid 19 sangat rentan adanya penyebaran satu sama yang lainnya.
“Kami sangat keberatan sebenarnya, apalagi kontes ini hadir dari berbagai desa atau daerah,”kata salah satu warga yang enggan namanya disebutkan.
Warga cenderung mengurungkan niat keberatannya untuk disampaikan kepada pihak sekolah karena rata-rata warga sekitar anaknya sekolah di SMP N 2 Batang Toru.
Para orang tua merasa khawatir sekolah dijadikan menjadi sarana berkerumun, yang tentu telah melanggar aturan protokol kesehatan saat ini.
“Kami takut protes pak, masalahnya anak-anak kami sekolah disana. Nanti kalau komplin takutnya ada dampaknya kepada anak-anak kami,”katanya kawatir.
Saat dicoba untuk melakukan konfirmasi terkait koordinasi yang disampaikan pihak panitia, hingga saat berita ini disiarkan pihak sekolah belum berhasil untuk dilakukan konfirmasi.
Pantauan dilapangan, para peserta lomba dan juga para pengunjung terlihat banyak yang mengabaikan aturan prokes, banyak terlihat yang tidak menggunakan masker dan juga tidak jaga jarak.
hregar










