Potretnusantara.id, Natuna – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Kecamatan Subi berlangsung meriah selama tiga hari berturut-turut. Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Subi telah menetapkan pelaksanaan Maulud di tiga masjid besar, yakni Masjid An-Nur Desa Meliah (Jumat, 5 September 2025), Masjid Al-Jannah Desa Subi Besar (Sabtu, 6 September 2025), dan puncaknya di Masjid Ar-Raudhah Desa Subi (Minggu, 7 September 2025).
Setiap perayaan, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema indah dari dalam masjid hingga terdengar ke seluruh penjuru kampung. Suasana penuh khidmat ini membuat hati masyarakat Subi larut dalam rasa syukur dan cinta kepada Rasulullah SAW.
Selain itu, kemeriahan Maulud di Subi semakin terasa saat masyarakat berkumpul menikmati aneka hidangan dan buah-buahan segar yang diarak menuju masjid. Anggur hijau, anggur merah, pir, apel, buah naga, hingga hidangan khas seperti ayam goreng, ayam rendang, dan aneka masakan kampung tersaji melimpah. Yang paling istimewa, roti tawar dengan selai srikaya selalu hadir sebagai menu kebanggaan warga Subi dalam setiap Maulud.
“Tradisi ini bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga simbol kebersamaan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Banyak warga Subi yang merantau sengaja pulang kampung untuk ikut menyaksikan dan merayakan Maulud,” ujar Long Parta, salah satu tokoh masyarakat Desa Subi.(6/9)
Ia juga menambahkan, di masa lalu masyarakat Subi mengenal tradisi Melas Negeri sebagai bentuk syukuran atas hasil laut dan pertanian. Namun kini, tradisi itu sudah jarang dilakukan. “Yang tersisa dan tetap bertahan adalah Maulud. Inilah tradisi keagamaan yang akan terus kita jaga dan wariskan,” ucapnya penuh semangat.
Hal senada disampaikan Camat Subi, Syarifuddin, melalui Sekretaris Kecamatan Abdul Kadir, S.Pt. Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan mendukung penuh pelaksanaan Maulud sebagai tradisi keagamaan, kebudayaan, sekaligus perekat sosial masyarakat Subi.
“Kegiatan ini adalah kebanggaan kita bersama. Tradisi ini harus terus dijaga karena mengandung nilai kebersamaan, keagamaan, dan budaya masyarakat Subi,” tegasnya.
Suasana religius bercampur dengan kemeriahan adat Melayu menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Subi sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar di Kabupaten Natuna. Iringan tabuh gendang rebana, warga berpakaian muslim khas Melayu, hingga arak-arakan makanan dalam tampa menuju masjid, memperlihatkan betapa kuatnya identitas budaya Islam di wilayah perbatasan Indonesia ini.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 2 ribu jiwa yang tersebar di enam desa, Kecamatan Subi menjadikan Maulud sebagai ajang kebersamaan untuk mempertegas keimanan dan memperkuat persaudaraan. Tahun ini, perayaan Maulud di Subi dipastikan menjadi momen paling meriah dan penuh makna bagi seluruh masyarakat.
Penulis: Kalit










