BINTAN, Potretnusantara.id – Ratusan Peserta Pemuda Katholik se-Kepulauan Riau mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Pemuda yang tergabung dari tujuh Kabupaten/Kota se-Kepulauan Riau dilaksanakan di halaman Gereja Katholik Teluk Dalan, Pantai Trikora, Bintan, Sabtu (27/5).
Dalam kesempatan ini, Haripinto Tanuwidjaja Anggota MPR RI menjelaskan 4 Pilar kebangsaan merupakan dasar sebuah negara sehingga masyarakat terkhusus Pemuda perlu pemahaman baik secara teori dan faktanya dilapangan sehingga mampu membangun keutuhan NKRI dimana yang akan datang.
Haripinto juga menyampaikan, tantangan masyarakat dan generesi muda saat ini cukup kompleks. Hal ini jika disikapi tidak dengan baik, maka mental atau jiwa patriotisme untuk mempertahankan keutuhan NKRI akan hilang.
“Tantangan kita saat ini cukup banyak, mulai dari tehnologi (berita hoaks), geopolitik (politik identitas), hubungan luar negeri dan juga masalah ekonomi. Artinya jika kita tidak hati-hati dan tidak dibekali dengan pengetahuan maka dengan cepat kita dihancurkan,”kata Haripinto dalam kesempatan tersebut.



Theresia Santo Hitarius pemuda Katholik utusan Batam mengatakan saat ini tantangan kebangsaan menjadi sebuah kekhawatiran dimana bangsa Indonesia bukanlah baran jadi sehingga butuh bekal atau pondasi yang kuat pada setiap masyarakat, untuk itu bagaimana peran pemerintah atau tanggungjawabnya dalam membangun hal tersebut kepada pemuda Indonesia?
“Memang benar ini tantangan kita bersama, pemuda disini bukan lagi hanya sebagai generasi penerus tetapi harus menjadi generasi penentu, tentu ini dengan ilmu pengetahuan dan komitmen diri. Hal hal kecil misalnya, kepatuhan kepatuhan dapat kita mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan kita tinggal atau juga dilingkungan kepemudaan seperti ini,”kata Haripinto memberikan jawaban.
Sementara itu, Febiana Isabela perwakilan dari Ujung Berung Lingga juga memberikan pertanyaan yang tidak kalah tajam, Febiana mengatakan saat ini kondisi berita hoaks seoalah-olah sudah menjadi sebuah tren, padahal disinformasi seperti ini sangat berbaha dan berdampak buruk, bagaimana bapak menanggapi ini?




“Memang ini merupakan tantangan berat dan tidak mudah untuk melakukan pencegahan, makanya kita sebagai warga negara dan khususnya pemuda yang notabene nantinya sebagai generasi penentu harus jeli dalam melakukan filterisasi sebuah informasi atau berita. Jangan mudah percaya, jangan malas mencari sumbernya dan jangan memberikan tanggapan bila belum mengetahui kebenarannya, untuk itulah pentingnya diadakan sosialisasi dan pentingnya memiliki ilmu pengetahuan,”tambah Haripinto.
Dalam kesempatan ini, Romo Han memberikan saran dan masukan dimana saat ini dari jumlah penduduk Indonesia generasi pemuda dibagi dua, pertama generasi Z berjumlah 28 persen selanjutnya generasi milenial berjumlah 29 persen, dengan demikian generasi penetu di negara Indonesia berjumlah 53 persen.

“Ini sangat berharga, pemerintah harus lebih peduli dalam memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada mereka (generasimuda). Pemerintah harus lebih peduli, harus lebih memahami karakter pemuda masa kita dalam memberikan pemahaman yang benar sehingga pemuda tersebut menjadi generasi penentu dimana yang akan datang. Tantangan akan semakin berat sehingga perlu keseriusan dan perlu edukasi yang berkesinambungan,”saran Romo Han.
Pantauan dilapangan, acara yang berjan hampir dua jam tersebut berjalan dengan baik, terlihat proatif seluruh pemuda dalam menggali pemahaman dan terhadap pentingnya pengetahuan tentang 4 pilar kebangsaan.
rd










