NATUNA, Potretnusantara id- Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan penyelarasan akhir dari seluruh mata pelajaran yang dipelajari oleh siswa selama di SMK. Demikian di sampaikan Subbihi Kepala SMKN 1 Bunguran Timur saat di komfirmasi media potretnusantara.id. Ia jelaskan bahwa program belajar melalui PKL diselenggarakan berbasis proses bisnis di Perusahaan dan Prosedur Operasional Standar (POS) yang berlaku di dunia kerja.
Saat ini, kata Subbihi, Pelajar SMK sebagai kader muda bangsa siap kerja, untuk itu momentum PKL adalah kesempatan yang paling ditunggu oleh setiap pelajar dalam menginternalisasi keterampilan karakter dan budaya kerja (soft skills) serta menerapkan kompetensi teknis (hard skills) sesuai dengan konsentrasi keahliannya dan kebutuhan dunia kerja.
Dalam membingkai harmonisasi kemitraan SMKN 1 Bunguran Timur khususnya pada layanan program PKL dan pembelajaran berbasis Dunia Usaha /Dunia Industri (DUDI) pihak sekolah telah melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) baik di wilayah Provinsi Kepulauan Riau maupun lintas Provinsi.
Seiring dengan perkembangan Industri Perikanan dan Era Bonus Demografi masa kini maka peserta PKL SMKN1 Bunguran Timur tahun 2024 di laksanakan di dalam daerah dan luar daerah melalui mitra industri kita.
“Kita juga telah mengirim pelajar kelas tiga SMKN 1 Bunguran Timur mengikuti Program Magang Jepang bersama LPK EIKO GOKKOU di Semarang.” Ucap Subbihi, Kepala Sekolah SMKN 1 Bunguran Timur, 14 November 2024.
Lanjut Subbihi,Pentingnya mengunduh pengalaman di lapangan (PKL) tersebut maka setiap pelajar kelas XII SMKN 1 Bunguran Timur mengalami fase yang sama yaitu selama 792 jam di lapangan.
” Penjabaran kegiatan PKL merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2020 Tentang Praktik Kerja Lapangan Bagi Peserta Didik, PKL dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, penilaian serta monitoring dan evaluasi serta Kepmendikbudristek Nomor 262/M/2022 tentang Pedoman PKL.” Papar Subbihi.
Dijelaskan Subbihi Paradigma yang kita bangun pada PKL tahun ini yaitu 3S. Makna dari 3S tersebut yakni sukses persiapan, suskses pelaksanaan dan sukses hasil. Dengan demikian maka pada aspek perencanaan kita meakukan pemetaan kompetensi Peserta Didik, penetapan lokasi PKL, penetapan jangka waktu PKL, pemetaan penempatan Peserta Didik sesuai kompetensi, penetapan pembimbing PKL, pembekalan Peserta Didik.
Selanjutnya ia uraikan , pelaksanaan meliputi penempatan Peserta Didik di dunia kerja sesuai kompetensi, praktik kerja dan mentoring oleh pembimbing PKL dari dunia kerja. Untuk mengukur tingkat capaian kompetensi Peserta Didik yang meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja yang di lakukan oleh dilakukan oleh pembimbing PKL dari dunia kerja.
Selain itu monitoring dan evaluasi meliputi monitoring terhadap pelaksanaan PKL dan evaluasi terhadap perencanaan dan hasil pelaksanaan PKL.
Sebagai closing stament, Subbihi jelaskan,Hasil akhir dari program PKL memberikan manfaat bagi peserta didik antara lain, meningkatnya kompetensi keahlian yang telah diperoleh di sekolah, bertambahnya wawasan mengenai dunia kerja khususnya berupa pengalaman kerja secara langsung/nyata dalam rangka menanamkan iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja, lulusan SMK memiliki etos kerja yang tinggi sesuai budaya kerja di dunia usaha dan industri.
kalit









