KARIMUN, Potretnusantara.id – Bupati Karimun, Aunur Rafiq bersama Kapolres Karimun, dan Dandim melakukan takziah kerumah Usman (Pak Long) dikediaman almarhumah di desa Pangke Barat, Kecaman Meral Barat, Kabupaten Karimun. Istri Usman diketahui meninggal di RSBT Kamis malam dan dikabarkan positif corona.
Dalam kesempatan ini, Bupati Karimun menyampaikan atas nam pemerintah daerah dan gugus tugas penanganan covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi Kabupaten Karimun mohon maaf terhadap keluarga, mungkin dalam penanganan penyelenggaraan jenazah almarhumah terjadi mis communication (salah informasi).
Bupati Karimun menjelaskan dimana almarhum masuk pada jam 11 siang dan dilakukan cek laboratorium, dan hasilnya keluar pada sore hari dan almarhumah dinyatakan positif.
Sekira pukul 19:30 WIB pasien meninggal dunia juga disampaikan oleh pihak keluarga bahwa jenazah akan dilakukan Sesuai protokol kesehatan. Disampaikan juga dari pihak rumah sakit bahwa hasil rapit antigen jenazah dinyatakan Positif dan untuk hasil PCR masih menunggu.
“Ini karena mis communication pihak keluarga, pada saat meninggal tidak fokus. Sehingga ada mengatakan tidak positif dan mengatakan positif, tapi keluarga meminta pemakaman jenazah secara mandiri, maka dari ini kita datang untuk maihat agar tidak terjadi apa-apa,”kata Bupati Karimun.
Tetapi karena komunikasi yang Mungkin tidak menyambung kepada pihak keluarga yang kurang jelas maka dari itu pihak keluarga meminta agar jenazah semayamkan oleh pihak keluarga sendiri, dan malam terjadilah pengambilan jenazah oleh pihak keluarga dan dilakukan pemakaman pada tadi malam.
“Oleh karena itu di takziah disamping kita menyampaikan turun berdua cita bermohon maaf atas penanganan ini,”paparnya.
Namun untuk memberikan rasa nyaman rasa aman dan menjamin kesehatan keluarga dan penyelengaraan mayat, hari ini pihaknya menurunkan tim tracing kepada kepada keluarga terdekat, kepada penyelenggaraan jenazah agar Kasus Covid-19 menimpa almarhum tidak menimpa keluarga khususnya di keluarga pak Usman.
Dengan begitu, Pemerintah Kabupaten Karimun, meminta setiap rumah sakit penanganan covid-19 khususnya bagi pemusaran jenazah atau penanganan jenazah dan humas harus akomodatif dan komunikatif.
“Jika ada yang meninggal beritanya harus disampaikan secara langsung kepada ahli keluarga terdekat,”pesannya.
Dengan demikian, ketidak jelasan informasi tidak membuat masyarakat yang tertimpa musibah tidak merasa bingung, karena terkadang ada yang dapat menerima dan tidak.
“Oleh karena itu kita akan mengeluarkan surat dari tim gugus tugas kepada pihak RSUD Muhammad Sani, RSBT dan RSUD Tanjungbatu Kundur, tentang penyelenggaraan pemusaran jenazah ini benar-benar dapat dilakukam dengan baik agar tidak terjadi hal seperti ini,”tegasnya.
Disampaikan juga ini merupakan kejadian kedua kalinya, untuk itu pihak forkopimda memanggil pihak humas dan perawat yang ada di RSBT, untuk diberikan pandangan.
“Disini kita sudah memberikan pandangan kepada pihak humas dan perawat RSBT, agar tidak terjadinya hal seperti ini, disini kita tegaskan kepada pihak rumah sakit humasnya harus komunikatif, memberikan penjelasannya harus kepada keluarga terdekat agar tidak terjadinya multi tafsir, yang sehingga terjadilah hal seperti ini,”tegasnya.
Dalam hal ini, Kepala dinas kesehatan Kabupaten Karimun Rachamadi mengatakan bahwa dilakukan tracing terhadap keluarga terdekat dan hasilnya negatif.
“Alhamdulillah kita sudah melakukan tracing terhadap keluarga, dan hasilnya negatif, dan kita akan melakukan tracing kembali setelah 3/2 hari kedepan,”ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Desa Pangke Barat melakukan penjemputan jenazah alm Mak Long Kamis malam dari RSBT, kemudian pihak keluarga langsung melakukan pemakaman pada malam hari itu juga.
Putri










