potretnusantara.id, Natuna – Pertunjukan seni budaya Reog Ponorogo memeriahkan rangkaian kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah di Kabupaten Natuna yang berlangsung di Alun-alun Pantai Piwang, Sabtu (4/4/2026) malam.
masyarakat Natuna tampak antusias menyaksikan pertunjukan budaya nusantara yang menghadirkan nuansa khas Jawa di wilayah perbatasan tersebut.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla menegaskan bahwa meskipun Reog Ponorogo bukan budaya asli Melayu Natuna, kesenian tersebut merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang memperkaya keberagaman nasional.
Menurutnya, keberagaman budaya justru menjadi kekuatan persatuan bangsa yang harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat.
“Walaupun ini bukan budaya asli Melayu Natuna, Reog merupakan warisan budaya Jawa yang menambah nilai kekayaan budaya Indonesia. Keberagaman inilah yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” ujar Kapolres.(4/4)
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian seni tradisional di tengah perkembangan zaman modern agar generasi muda tetap mengenal akar budaya bangsa.
Pertunjukan diawali dengan penampilan kesenian Warok sebagai pembuka acara, yang menjadi simbol kekuatan dan filosofi budaya Jawa. Selanjutnya, penampilan utama dari kelompok Reog Singo Mudho yang beralamat di Bandarsyah sukses memukau masyarakat.
Alunan musik gamelan menggema di kawasan Pantai Piwang, diiringi sorakan khas penonton dengan nuansa budaya Jawa yang semakin menyemarakkan suasana malam halal bihalal. Kegiatan tersebut menjadi pusat perhatian masyarakat Natuna yang memadati lokasi acara sejak awal pertunjukan.
Tokoh seni Reog, Sarmini, mengatakan bahwa kehadiran kesenian Reog dalam momentum halal bihalal merupakan bentuk perjuangan para seniman dalam melestarikan budaya tradisional.
“Kami hanya seniman yang ingin menghibur dan mempererat kebersamaan masyarakat. Melalui kesenian Reog ini, kita semua menjadi saudara dan sedulur yang hidup bersama di bumi Natuna,” ujarnya.
Owner Ayam Kampung Penagi, Cak Kirun, selaku pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan mencintai budaya nusantara.
Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pertunjukan terdapat kekurangan, seraya menegaskan bahwa hiburan budaya ini merupakan bagian dari semangat halal bihalal untuk mempererat silaturahmi masyarakat.
Pertunjukan Reog Ponorogo yang berlangsung terbuka dan gratis untuk masyarakat ini diharapkan menjadi hiburan keluarga sekaligus memperkuat persatuan serta memperkaya agenda budaya di Kabupaten Natuna pasca perayaan Idulfitri.
(Kalit)










