ASAHAN, Potretnusantara.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Padang Mahondang , Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan menggelar rapat musyawarah terkait maraknya aksi pencurian kelapa sawit milik warga di desa tersebut.
Rapat yang dilakukan di aula kantor Desa Padang Mahondang, Kamis (28/8/25) dipimipin langsung oleh Kepala Desa Padang Mahondang Pernandus Siregar didampingi Ketua BPD dan perangkat Desa serta dihadiri sejumlah pemilik kebun sawit khususnya yang berada di lima dusun Desa Padang Mahondang, ketua dan anggota Pemuda Pancasila setempat.
Dari hasil kesepakatan pemilik kebun sawit menghunjuk Pemuda Pancasila sebagai pekerja pengamanan kebun sawit milik masyarakat dan upahnya dibayar secara swadaya setiap bulannya. Dengan catatan Pemuda Pancasila harus mengganti sawit yang hilang apabila akibat kelalaiannya terjadi pencurian sesuai harga yang ditentukan.
“Kami siap menjaga, namun kami minta kuasa dari pemilik kebun yang kami jaga, tujuannya agar ada pembuktian kami memberikan himbauan kepada agen (tauke) agar tidak membeli sawit curian, terutama kepada orang yang patut dicurigai dan tidak memiliki kebun sawit di wilay Desa Padang Mahondang, bila itu dilanggar kami akan membuat tindakan hukum terhadap taoke tersebut sebagai penadah barang curian”, ujar ketua Ranting Desa Mahondang, Limban Marbun.
Kepala Desa Padang Mahondang, Parnandus Siregar yang juga pemilik kebun di desanya itu setuju dan mendukung apa yang diharapkan ketua Pemuda Pancasila dalam menjalankan tugasnya.
“Saya minta kepada kepala dusun untuk mendata luas kebun yang akan dijaga, sesuai kesepakatan untuk uang jasa pengamanan kebun sebesar limaribu rupiah perante perbulan”, ujar Kades.
Dalam kesempatan yang sama ketua BPD Desa Padang Mahondang, Ubah Marudut Sinaga juga sepakat dengan hasil menujuk Pemuda Pancasila sebagai pengamanan kebun masyarakat.
“Taoke yang membeli sawit harus diawasi, capek kita tunggu ladang tapi agen menerima pembelian sawit curian, jadi harus sama-sama perduli, bersatulah kita dan kompak untuk mengatasi pencuri,” ujar Uban.
Secara terpisah Kades Padang Mahondang mengatakan, pencurian sawit di desanya memang sangat luar biasa, meskipun pelaknya sudah beberapakali ditangkap, tapi masih saja merajalela.
“Mirisnya, bukan saja buah masak yang dicuri, buah yang masih mentahpun diambil. Anehnya lagi agen mau membelinya, entah untuk apa buah mentah, minyaknya pun tidak ada,” ungkap Parnandus Siregar.
Mengenai luas lahan dan uang jasa keamanan untuk Pemuda Pancasila, secara pasti Kades belum bisa menghitung luas kebun sawit yang akan dijaga, tetapi ada gambaran bisa mencapai limabelas juta rupiah.
“Nanti kita kalkulasikan dulu, kadus yang akan mendatanya, kalau sudah Pemuda Pancasila yang akan mengelolanya berapa orang yang bisa ditugaskan untuk pengamanan kebun warga”, tandas Parnandus yang juga merupakan pensehan Ranting Penuda Pancasila Padang Mahondang. (Paimin)
Editor : Din










