LINGGA, Potretnusantara.id – Camat Singkep Barat, Febrizal Taupik merasa resah dengan kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) dan swab antigen di Kecamatan Singkep Barat.
Ia mengaku resah karena pihaknya tidak dapat melakukan tracing kepada keluarga pasien meninggal dunia akibat positif Covid-19, yang ada diwilayah kerjannya.
“Kita merasa resah karena alat APD dan Swab Antigen kekurangan. Pasalnya penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Singkep Barat sedikit mengalami peningkatan,” kata Taupik Minggu (1/8/2021).
Dia menambahkan dalam dua hari terakhir di Singkep Barat sudah tiga orang meninggal dunia akibat covid dan dilakukan pemulasaran.
“Maka kami tidak bisa melakukan tracing terhadap keluarga pasien meninggal akibat covid karena keterbatasan swab antigen. Tentu membuat kedepannya tidak baik lagi,” jelasnya.
Menurut Taupik, tidak gampang untuk menyakinkan masyarakat harus di isolasi harus di karantina mandiri. Sebab tidak ada alat yang menyatakan positif atau negatif.
“Jadi kita lakukan pendekatan kepada keluarga yang meninggal terkonfirmasi positif dan membuat surat isolasi mandiri. Alhamdulillah keluarga dari pada yang terpapar Covid-19 memahami dan mengisolasi dengan baik,” ungkapnya.
Ia meminta kepada pihak-pihak terkait agar sesegera mungkin untuk dapat menyediakan alat-alat yang dibutuhkan Puskesmas Raya.
“Saya meminta dan memohon kepada pihak-pihak terkait agar secepat mungkin membantu wilayah kecamatan Singkep Barat dengan alat-alat yang dibutuhkan oleh Puskesmas raya seperti APD dan Swab Antigen,” bebernya
Menurutnya selama ini pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan data yang dimiliki, Kecamatan Singkep Barat tidak begitu tinggi.
“Maka saat ini apa yang bisa kita lakukan dan juga melaksanakan antigen baik itu pemulasaran tentunya memerlukan APD lengkap agar para pemulasaran jenazah covid tidak terjangkit,”ujarnya.
jamariken tambunan










