LINGGA, Potretbusantara.id– Pengurus Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Lingga, adakan rapat pengurus untuk memantapkan roda organisasi sekaligus membahas kelengkapan Kartu Tanda Anggota (KTA ) Masing Masing Pengurus dan anggota, Minggu ( 6/2/2021).
Rapat yang berlangsung di Sekretariat Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kab Lingga di jalan Setajam Belakan Telkom di pimpin langsung Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kab Lingga, Jamariken Tambunan di dampingi Sekretaris PBB Lingga Munzilin Hasibuan, S,E,Sy.
Dalam rapat yang berlangsung Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB), Kabupaten Lingga mengajak semua pengurus dan anggota untuk dapat saling bahu membahu untuk melaksanakan kegiatan sosial yang berguna untuk masyarakat umum yang ada di Kabupaten Lingga.
“ Dengan terbentuknya organisasi PBB ini, menjadi salah satu langkah untuk bisa menjalin hubungan baik dengan organisasi lain, yang mempunyai tujuan yang sama untuk mendukung pemerintah kabupaten dalam pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat, dengan berprinsif dimana bumi di pijak disitu langit di junjung,” ujarnya.
“PBB ini juga kalau bisa sering mengadakan kegiatan bakti sosial yang bisa membantu masyarakat lingga apalagi dalam kondisi saat ini dalam pandemi virus corona banyak masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Kehadiran PBB di Kabupaten lingga agar dapat menjalin hubungan dan mempererat tali persaudaraan sesama suku batak perantauan yang ada di Kabupaten lingga, sesuai dengan, Motto dan AD/ART organisasi PBB, yaitu Solidaritas,Toleransi, Rukun dan Gotong Royong. Dan tetap menghargai, kumpulan-kumpulan punguan batak yang ada di kabupaten lingga.
Hal Senada juga disampaikan Sekretaris PBB Kabupaten Lingga, Munzilin Hasibuan SE, didampingi Humas PBB Kabupatem Lingga Roy Nikson Tindaon bahwa semua pengurus menyepakati apa yang telah disampaikan oleh ketua, seperti kegiatan bakti sosial akan kita lakukan betsama kedepannya serta akan mematuhi aturan aturan AD/ART yang dibuat PBB Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Munzilin Hasibuat menambahkan PBB Lingga selalu menerima anggota baru dari profesi apapun, dan tidak juga memandang status agama. Selain itu, organisasi PBB disebut murni sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Perlu disampaikan, bahwa PBB ini dibentuk bukan tergabung dalam satu suku batak toba saja. Jadi di Indonesia ini ada berapa suku batak, seperti contoh Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Angkola, Batak Mandailing, Batak Pakpak,” kata dia.
Kepada pengurus yang nama-namanya sudah ada di dalam SK agar tetap solid dan menjaga Solidaritas, Gotong Royong, Rukun dan Toleransi, dan bersinergi dengan Pemerintah, maupun lembaga lainnya, untuk membangunan bangsa dan negara yang kita cintai ini, dan menghargai budaya-budaya yang ada, ujarnya.
tam










