Tapanuli Selatan, Potretnusantara.id –
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Mesjid Al-Muttaqin dan Bikers Subuhan di Huntab Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dikemas lebih bermakna.
Tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, rangkaian acara juga menjadi ruang penguatan kepedulian sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Puncak kegiatan ditandai dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustaz Ananda Siregar Founder Bumi Al’ Qur’an Siantar, Sabtu (30/8) malam.
Acara tersebut dihadiri oleh Pj.Kepala Desa Hapesong Baru Akhiruddin Daulay, S. Sos diwakili Kepala Dusun masing-masing di Desa Hapesong Baru.
Adapun Ketua panitia acara itu, Rito Siregar, Bikers Subuhan, Boby Caniago, CV. Sapujagad Ali Marhot Siregar, Apotik Husna Farma dr. Maya Pasaribu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Peserta anak yatim dan serta ratusan warga Huntab sekitarnya.
Kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim dengan jumlah sebanyak 43 orang yang diberikan Bikers Subuhan, Boby Caniago, CV. Sapujagad Ali Marhot Siregar, Apotik Husna Farma, dr. Maya Pasaribu.
Kegiatan keagamaan ini perdana dilaksanakan di Huntab Hapesong Baru dalam rangka pasca banjir bandang di tahun lalu. Maka dari itu, upaya panitia menjadikan Maulid Nabi Muhammad Saw 1448 H sebagai momentum yang memberikan manfaat demi memperkuat keimanan dan ketaqwaan bagi masyarakat.
Menurut Boby Caniago, seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki akhlak baik, kepedulian sosial, serta semangat berkontribusi bagi masyarakat.
“Tiada lain membentuk generasi-generasi muda untuk memiliki akhlak yang mulia dan terutama ikut berpartisipasi dalam program Kabupaten Tapsel menuju Tapsel yang lebih baik,” katanya.
Menurut BKM Al-Muttaqin, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat aktivitas sosial dan pemberdayaan masyarakat. Ia menilai, semangat tersebut sejalan dengan pembangunan daerah yang tidak hanya mengejar pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter manusia.
“Untuk apa jalan bagus kalau tidak disertai dengan semakin bagus akhlaknya masyarakat Kabupaten Tapsel. Pembangunan yang paling penting adalah ketika orang tua merasa dihormati, anak yatim piatu ada yang merawat, orang miskin merasa diperhatikan,” ujar pengurus BKM Al-Muttaqin.
Al’ Ustadz Ananda Siregar juga menyampaikan tausiahnya dan sekaligus mengajak masyarakat terus memperkuat budaya saling membantu, menyayangi, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Kepedulian sosial tidak selalu harus menunggu program pemerintah, tetapi dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat terdekat. Kepada generasi muda huntap Desa Hapesong Baru, khususnya di wilayah pasca bencana tahun lalu, jangan tunggu memiliki program besar untuk melakukan kebaikan, hal sederhana seperti menghormati orang tua, menjaga masjid, membantu warga yang membutuhkan, serta menghindari tindakan perundungan merupakan bentuk kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Ustadz.
Al’ Ustadz Ananda Siregar berharap Masjid Al-Muttaqin dapat terus menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang tumbuhnya kepedulian sosial dan penguatan ekonomi masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Maulid Nabi Saw 1448 Hijiriah di huntab Hapesong Baru tidak hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga mempererat kebersamaan warga serta mendorong lahirnya gerakan sosial dan ekonomi berbasis masyarakat.**marhot s.
Editor : Din









