NATUNA,Potretnusantara.id – Kisruh pemadaman listrik menghadirkan berbagai tanggapan miris terhadap PLN, sejumlah masyarakat Kota Ranai, kabupaten Natuna mengeluhkan listrik yang sering padam saat menjelang sholat Magrib.
Maneger ULP PLN Natuna,Boni Sofianto mengatakan, pemadaman listrik terjadi saat terjadi beban puncak yang berlangsung saat sore hari,dimana aktifitas untuk penerangan lampu mulai diaktifkan.
“Kondisi tadi malam, beban puncak 7.400 kW, kemampuan 7.150 kW, defisit 250 kW” ucap Boni kepada Potretnusantara.id (13/10).
Akan hal ini, Boni memaparkan, terkait pemakaian pada puncak beban disore hari, diakui pihak PLN saat ini masih menghadapi kekurangan asupan daya dikarenakan salah satu mesin pembangkit mengalami pemeliharaan.
“Untuk Daya mampu mesin ranai 7.800 kW, kondisi sekarang ada pemeliharaan 1 unit mesin yang sudah berjalan 1 bulan Dengan beban normal ranai tidak ada padam.” Papar Boni.

“Rata rata beban normal sistem ranai 6,900-7,100 kw, terpantau 3 hari ini beban naik.” Tambahnya.
Mirisnya lagi, tidak hanya jelang sore hari mencapai beban puncak, pada subuh juga aliran listrik Padam,Cuitan komentar ini tertuai di salah satu Group WhatsApp oleh Wakil Bupati Natuna,Rodial Huda terkait PLN Natuna yang sering padam saat Magrib dan Subuh.
“saat subuh Kondisi ini karena ada gangguan di jaringan” ungkap Boni.
Terkait adanya kerusakan 1 mesin PLN rusak,Boni memaparkan,saat ini pihaknya dengan gencar berusaha memperbaiki dan mengestimasikan waktu 2 Minggu kedepan sudah selesai perbaiki mesin pembangkit PLN.
Terang Boni,Progress saat ini menunggu kalibrasi komponen mesin di surabaya selesai, estimasi lusa selesai kalibrasi dan lanjut ekspedisi ke ranai via Tanjung Pinang.
” Setelah material sampai di Ranai kami lanjut pemasangan dan pengetesan. Kami berharap tidak ada kendala lain lagi dalam pekerjaan, estimasi pekerjaan mudah2an bisa di selesaikan dalam 2 minggu.” Ujarnya.

Selain itu, Boni juga menjelaskan,terkait cuaca ekstrim panas di wilayah kota Ranai juga mengakibatkan kendala pada mesin PLN yang mengakibatkan pihak PLN membuat surat edaran untuk listrik padam bergilir di wilayah kota Ranai.
“Sebenarnya di surat sudah kami jelaskan kendala saat ini, efek cuaca (ambient udara) berpengaruh pada operasi mesin, berpengaruh di temperatur mesin” Paparnya.
Lanjut Boni,pihaknya juga meminta maaf kepada para pelanggan PLN Natuna atas adanya pemadaman bergilir di saat puncak beban berlangsung di sore hari.
Boni juga berharap,cuaca normal kembali karena kondisi mesin sudah optimal dan operasi maksimal. Ia juga menghimbau kepada masyarakat, agar mengurangi,menghemat dan mematikan pemakaian yg sekiranya tidak perlu untuk di nyalakan.
kalit










