Potretnusantara.id,Natuna – Kepedulian terhadap lingkungan tak selalu lahir dari forum resmi. Dari sebuah komunitas penikmat kopi, aksi nyata justru tumbuh dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Itulah yang dilakukan Komunitas Penikmat Kopi Pantai Piwang (KPKPP) bersama Pemerintah Desa Pengadah, Minggu (4/1/2026), melalui kegiatan bakti sosial mencegah abrasi di jalan poros Desa Pengadah–Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna.
Sejak pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB, belasan warga dan anggota komunitas turun langsung ke titik abrasi pantai yang mengancam badan jalan. Jalan ini merupakan akses vital penghubung antarwilayah yang sangat menentukan kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Bunguran Timur Laut Tarmizi, SE, Penasehat KPKPP Simon Phang, Sekretaris Desa Pengadah Budiman, Kepala Dusun Zakaria, serta pengurus dan anggota KPKPP.
Dalam sambutannya, Camat Bunguran Timur Laut Tarmizi, SE menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian komunitas dan pemerintah desa yang bergerak cepat merespons ancaman abrasi.
“Abrasi pantai merupakan persoalan serius yang dapat berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi. Jalan poros Desa Pengadah–Teluk Buton memiliki peranan penting, sehingga upaya pencegahan yang dilakukan hari ini sangat tepat, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang melanda Natuna awal tahun 2026,” ujar Tarmizi.
Ia juga menegaskan kesiapan pemerintah kecamatan untuk memfasilitasi koordinasi lanjutan dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait agar penanganan abrasi dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Senada dengan itu, Sekretaris Desa Pengadah Budiman menilai gotong royong tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap fasilitas umum yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Jika abrasi ini tidak segera ditangani secara berkelanjutan, dampaknya bisa semakin parah. Kami berharap apa yang dilakukan hari ini menjadi pemicu perhatian serius dari para stakeholder,” ungkap Budiman.
Sementara itu, Penasehat KPKPP Simon Phang menegaskan bahwa komunitas yang dipimpinnya ingin membuktikan bahwa kebersamaan bisa melahirkan kontribusi nyata bagi daerah.
“Kegiatan ini adalah langkah kecil, namun penting untuk keberlangsungan desa dan generasi mendatang. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Gotong royong yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB tersebut berjalan aman dan lancar, dengan melibatkan sekitar 15 orang peserta. Meski sederhana, aksi ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara komunitas, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta infrastruktur daerah.
Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan ancaman abrasi pantai, langkah KPKPP dan Pemdes Pengadah membuktikan bahwa kepedulian dan kebersamaan tetap menjadi benteng utama menjaga Natuna.(Kalit)









