Potretnusantara.id,Natuna – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, menggelar kegiatan ngopi bareng bersama insan pers Natuna di halaman Markas Komando Lanal Ranai, Jumat (31/10/2025).
Pertemuan santai namun penuh makna itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus strategi memperkuat sinergi antara TNI AL, media, dan Pemerintah Daerah.
Suasana hangat terasa sejak awal ketika Danlanal memilih lokasi terbuka di bawah pepohonan hijau. Perwira tiga melati yang baru bertugas di Natuna ini memperkenalkan diri dan bercerita mengenai latar belakangnya sebagai putra daerah Sambas yang lekat dengan kehidupan pesisir dan budaya Melayu.
Dalam dialog ringan, Kolonel Ady menegaskan tugas pokok Lanal Ranai tidak hanya menjaga keamanan perairan perbatasan, tetapi juga memainkan peran dalam pemberdayaan potensi maritim dan masyarakat pesisir.
“Lanal Ranai akan terus hadir untuk mengamankan laut sekaligus tumbuh bersama masyarakat. Laut bagi kami bukan sekadar batas negara, tetapi adalah masa depan pembangunan,” ujarnya.
Lebih jauh, Danlanal menyampaikan komitmennya untuk mendukung program strategis Pemerintah Kabupaten Natuna dalam sektor kelautan, perikanan, dan logistik.
Ia menyebut upaya Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mendorong daerah menjadi pintu ekspor-impor komoditas perikanan sangat selaras dengan peran Lanal.
“Kami siap bersinergi. Program Pemda yang fokus pada potensi maritim adalah peluang besar untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, Natuna memiliki posisi geostrategis yang harus dimanfaatkan bukan hanya untuk pertahanan, tetapi juga perekonomian.
Kolonel Ady menilai media lokal adalah mitra strategis pemerintah dan aparat pertahanan dalam menjaga stabilitas informasi.
“Media punya kekuatan besar dalam membangun opini positif. Kami ajak rekan pers untuk terus menyampaikan pemberitaan produktif, edukatif, dan menumbuhkan semangat persatuan,” jelasnya.
Danlanal berharap ruang komunikasi seperti ini menjadi rutinitas agar koordinasi berjalan lebih cepat dan responsif, terutama dalam isu-isu maritim.
Insan pers yang hadir mengapresiasi pendekatan humanis Danlanal Ranai. Mereka menilai, keterbukaan TNI AL membuka ruang kolaborasi lebih luas dalam pemberitaan pembangunan daerah.
Acara kemudian ditutup foto bersama dan jabat tangan penuh keakraban, simbol sinergi tiga elemen: militer, media, dan pemerintah daerah.
Dengan semangat kolaborasi itu, Natuna optimistis menjadi kawasan maritim yang aman, produktif, dan berdaya saing di garda perbatasan Indonesia.(Kalit)









