ASAHAN, Potretnusantara.id- Maraknya pembegalan yang terjadi saat ini menjadi ancaman bagi setiap orang yang keluar rumah. Apalagi minimnya pengawasan keamanan di jalan. Terlebih terhadap para wanita yang pulang malam jalan sendirian rawan menjadi korban kejahatan.
Agaknya itulah yang menjadi alasan mengapa Nazwa Khoirunnisa (17) gemar mengikuti olahraga cabang bela diri yang tergabung pada Perguruan Karate DO-TAKO Indonesia Dojo Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Kehadirannya pun, didasari kemauan yang keras dan dukungan orang tua, asalkan keinginan yang digeluti dengan tujuan baik.
“ Takut sama begal, saya belajar karate untuk jaga diri “ungkap cewek kelahiran Teluk Dalam, 19 Nopember 2005, anak ke dua dari dua bersaudara pasangan Miswanto dengan Noni Marlina (almarhumah) saat ditemui awak media, di Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, Rabu (15/06/22).
Rupanya tidak sia-sia, dari apa yang sudah ditekuni Nazwa (panggilan akrabnya, red) selama terjun ke dunia karate ternyata mampu mengukir prestasi, yakni meraih Kejuaraan Karate DO-TAKO Indobesia se-Sumatera Utara antar dojo di Pematang Siantar. Pretasi itulah yang menjadi kebanggaan dan membuat dirinya semangkin percaya diri dan lebih bersemangat untuk meraih prestasi dan cita-citanya menjadi atlit terkenal.
Gadis 17 tahun yang kini masih duduk di bangku SMAN 1 Simpang Empat Kelas X ini mengaku punya hobi karaoke dan bercita-cita ingin menjadi KOWAD (Komando Wanita). Awalnya kegemarannya bermain bola kaki, tetapi orang tuanya tidak menyukai kalau anaknya tersebut lebih menyukai olah raga yang kebanyakan disukai kaum laki-laki itu. Untuk itulah Bazwa dimasukkan oleh orang tuanya ke cabang olah raga bela diri Karate DO-TAKO di Dojo Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam.
“Awalnya suka main bola, tapi orang tua enggak suka anaknya, mereka lebih mendukung saya belajar ilmu bela diri karate. Lama-lama saya suka karate, bisa untuk jaga diri semisal ada begal yang berbuat jahat “ tutur pengagum atlit juara dunia karate Luca Valdesi itu.
Sebagai prinsip di dalam menggeluti karir olah raga bela diri ini cewek yang memiliki tinggi 152 dan berat badan 46 Kg itu bertekat akan berjuang keras untuk bisa mendapatkan sabuk hitam dan prestasi-prestasi pada cabang olah raga karate ini.
Sejak dirinya terjun di dunia olah raga bela diri di Dojo Karate DO-TAKO Indonesia Desa Air Teluk Kiri itu jenjang yang sudah dicapai/dimiliki Nazwa pertama mendapat sabuk putih, kedua memperoleh sabuk kuning, ketiga naik tingkatan menjadi sabuk orange, selanjutnya naik sabuk hijau, dan sekarang ini Nazwa menyandang sabuk biru selama lebih kurang dua tahun belajar ilmu bela diri Karate DO-TAKO Indonesia di Dojo Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam di bawah binaan Miswanto dan Serka Irwansyah
serta pengurus I. Purba (ketua) dan Robin Siahaan (sekretaris).
Sebelum mengakhiri bincang-bincangnya dengan awak media, Nazwa memberi ungkapan kata-kata bijak yang menginspirasi ” Kalau ingin sukses dalam meraih prestasi, giatlah berlatih “.
Paimin










