NATUNA, Potretnusantara.Id- Pernyataan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad,Kabupaten Natuna mengundurkan diri sebagai sebagai peserta seleksi tilawatil quran dan hadis (STQH) IX Tahun 2021 yang diadakan Pemprov Kepri secara virtual
“Kabupaten Natuna dalam masalah pandemi COVID-19 serta tidak didukung perangkat teknologi dan sinyal memadai untuk mengikuti proses STQH virtual,”kata Gubernur Ansar usai membuka secara resmi kegiatan STQH di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (27/7).
Akan hal ini menuai kontroversial kepada para penyedia provider jaringan internet di Kabupaten Natuna. Salah satunya,pihak Telkom Ranai menentang pernyataan tentang perangkat teknologi dan sinyal belum memadai.
Yusnedi, Spv Plasa Telkom Ranai, katakan,hingga saat ini, Pemerintah Daerah(Pemda) Kabupaten Natuna belum ada berkoordinasi dengan pihak Telkom tentang seleksi tilawatil quran dan hadis (STQH) IX Tahun 2021 yang diadakan Pemprov Kepri secara virtual.
“Belum ada pihak Pemda kordinasi,padahal kita Telkom siap dan mampu memberikan permintaan kuota bandwidth jaringan internet untuk ajang STQ secara Virtual,” Ucap Yusnedi kepada Potretnusantara.Id.(29/7)
Lanjutnya, terkait jaringan internet tidak memadai di Kabupaten Natuna, tentunya hal ini sangat tidak Relevan dijadikan alasan tidak dapat mengikuti ajang STQ secara Virtual di Provinsi Kepri.
“Berapa besar pun permintaan untuk kuota bandwidth jaringan internet akan kita berikan dalam mensukseskan STQ dari Kabupaten Natuna,tapi hal tidak pernah ada diberi tahu kepada Telkom,” paparnya.
Yusnedi juga uraikan, bahwasanya pihak Pemda Natuna tidak ada bekerja sama dengan pihak Telkom terkait untuk jaringan internet di pemerintahan Kabupaten Natuna.
“Mereka bekerja sama dengan pihak Moratel bukan Telkom,namun kita akan selalu support Pemda Natuna bila diminta dukungan jaringan Internet,” jelas Yusnedi akrab di sapa pak Edy Telkom.
Kehadiran Telkom juga sudah banyak mendukung Kabupaten Natuna, salah satunya Telkom hadir dalam mendukung jaringan internet untuk Ujian para siswa mulai dari tingkat SMP hingga SMA serta berkontribusi juga dalam penerimaan calon pegawai Negeri secara online.
kalit










