Potretnusantara.id,Natuna– Suasana Gedung IPHI Kabupaten Natuna, Ranai, siang itu terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi ruang renungan dan kepedulian bersama tentang masa depan daerah.
Di hadapan para jamaah haji yang tergabung dalam DPD IPHI Kabupaten Natuna, H. Raja Mustakim berdiri menyampaikan sambutan dengan nada tenang namun penuh makna.
Sebagai Ketua DPW IPHI Provinsi Kepulauan Riau, H. Raja Mustakim tidak hanya berbicara soal ukhuwah dan ibadah, tetapi juga mengajak para tokoh masyarakat Natuna untuk melihat jauh ke depan tentang Natuna yang sedang tumbuh dan anak cucu yang akan mewarisinya.
“Natuna ini milik kita bersama, dan yang akan merasakannya kelak adalah anak cucu kita. Maka hari ini, kita punya tanggung jawab untuk menyiapkan masa depan mereka,” tutur H. Raja Mustakim dalam sambutannya, baru-baru ini.(5/1)
Dalam pertemuan bulanan IPHI Natuna tersebut, H. Raja Mustakim tampak berdampingan dengan H. Ismail Sitam, Ketua DPD IPHI Kabupaten Natuna. Keduanya menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan haji antara pengalaman daerah dan pandangan provinsi yang berpadu dalam satu semangat membangun Natuna dengan hati dan visi jangka panjang.
H. Raja Mustakim mengingatkan bahwa pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Natuna ke depan harus benar-benar berpihak kepada masyarakat lokal, bukan justru membuat mereka tersisih di tanah sendiri.
“Jangan sampai pembangunan dan kemajuan ekonomi yang datang, justru memarjinalkan masyarakat Natuna. Anak-anak kita harus menjadi pelaku, bukan penonton,” tegasnya.
Sebagai pengusaha senior di Kepulauan Riau, Raja Mustakim berbicara dengan pengalaman panjang. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang memadai dan keterampilan (skill) sebagai benteng utama agar generasi muda Natuna mampu bersaing dan mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, tokoh masyarakat termasuk para haji memiliki posisi moral dan sosial yang kuat untuk ikut mengantisipasi dampak pembangunan, sekaligus menjadi penggerak kesadaran bersama.
“Kita harus sama-sama peduli, sama-sama berpartisipasi. Muara dari semua ini adalah kesejahteraan masyarakat Natuna,” ajaknya kepada seluruh tokoh yang hadir.
Pertemuan di Gedung IPHI itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda bulanan. Ia menjelma menjadi ruang dialog batin tentang tanggung jawab kolektif, tentang iman yang diwujudkan dalam kepedulian sosial, dan tentang Natuna yang ingin diwariskan bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga adil, berdaya, dan bermartabat.
Di akhir sambutannya, H. Raja Mustakim kembali menegaskan bahwa membangun daerah adalah ibadah panjang, yang hasilnya mungkin tidak langsung dirasakan hari ini, tetapi akan dinikmati oleh generasi yang akan datang.(Kalit)









