KARIMUN, Potretnusantara.id-Subuha buhai dalam adat bBatak merupakan salah satu prosesi sebelum berangkat kegereja untuk menerima pemberkatan nikah dari Pendeta di Gereja.
Subuha buhai ini akan dilaksanakan sekira pukul 08.00 wib, disini pihak keluarga laki-laki akan datang menjemput mempelai perempuan dari rumah keluarga perempuan, disini nantinya proses akan berjalan mulai dari saling sapa dan kemudian diberikan ikan mas (mangupa) kepada kedua mempelai.
“Kita harus upa dulu kedua mempelai, dan itulah proses sibuha buhai,”kata Gomgom Hutabarat, Raja hata Hutabarat,”Kamis (29/8) pagi.
Dikatakan, dalam proses ini juga nantinya pihak keluarga perempuan akan membuat beras diatas kepala kedia mempelai (boras sipirni tondi) sebagai tanda sahnya upa-upa.
“Kemudian juga ada pertukaran bunga,”katanya.
Sementara Tampubolon yang juga merupakan raja adat Tampubolon mengatakan, bahwa adat Batak itu sangat unit namun sangat berkarisma.
“Adat batak itu luar biasa, bagi yang mengerti dari cara duduk saja kita sudah tahu apa posisinya dalam adat itu, jadi cukup baguslah,”katanya dengan logat sumateranya.
Setelah prosesi sluruhnya dilakukan, para maka pihak keluarga dari perempuan memimpin doa kemudian seluruh keluarga menuju gereja untuk menyaksikan pemberkatan pernikahan kedua mempelai.
ery










