TANJUNGPINANG, Potretnusantara.id-Haripinto Tanuwidjaja, Anggota MPR RI kembali melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat, dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Empat pilar kebangsaan memberikan pembelajaran lebih mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, guna meningkatkan kesadaran kita sebagai warga negara tentang kehidupan berbangsa dan bernegara bersama masyarakat.
Dihadapan sekitar 150 peserta Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Haripinto menjelaskan dalam perkembangan dunia tehnologi saat ini sangat penting ditanamkan dalam diri kita untuk mencintai bangsa kita dengan lebih mengenal Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sehingga tidak mudah terhasut oleh pihak-pihak yang menginginkan Indonesia bergejolak.
“Tentu ini dapat kita mulai dari internal kita, yaitu keluarga. Kita harus menjunjukkan integritas atau konsisten antara ucapan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari,”kata Haripinto di Hotel Pelangi, jalan D.I. Panjaitan No.KM, RW.6, Melayu Kota Piring, Tanjungpinang, Jumat (3/5).
Dikatakan, orang yang memiliki integritas biasanya berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara sehingga perilaku dan tindakannya sesuai dengan apa yang diucapkan. Salah satu contoh berintegritas adalah berpikir positif.


“Tantangan kita semakin berat, maka itu kita sebagai warga negara harus memiliki integritas,”tegasnya.
Pdt Rocky Manurung dari GKPI Tanjung Uban bertanya tentang apa sikap kita dan bagaimana kita sebagai warga negara dalam mengahadapi tantangan era saat ini.
Ini menarik kata Haripinto, dan ini sangat penting dan memang harus kita persiapkan. Menurutnya ada beberapa yang dipahami tentang persiapan atau yang harus kita miliki dalam tantangan yang terjadi saat ini dan dimasa mendatang. Pertama yaitu dengan peningkatan pendidikan dimana kita khususnya generasi bangsa harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan baik itu pendidikan formal dan informal tentu dengan dasar cinta akan tanah air.
Kedua yaitu menumbuhkan sikap toleransi, ini harus kita kembangkan karena upaya yang paling ampuh dalam pemecah bangsa adalah dari susut toleransi ini, sehingga perlu memperat silaturahmi dan tentu dengan menghargai perbedaan suku, ras, agama dan yang lainnya.
“Ini sangat sensitif, dan sedang terjadi saat ini di negeri kita. Nah, untuk menangkal hal seperti ini kita harus memiliki sikap toleransi dan saling menghargai satu sama lainnya,”pesannya.


Kemudian yang ke tiga bangga dengan budaya sendiri, ini sangat penting kita memang tidak tertutup akan budaya luar untuk dijadikan sebagai penegetahuan namun jangan sampai kita meninggal atau menghilangkan budaya sendiri. Negara kita sangat kaya akan budaya buktinya kita punya 652 bahasa daerah itupun tidak termasuk dialek dan subdialeknya.
Dan ke empat harus memahami nilai Pancasila, dan ini yang paling mendasar rasa cinta kepada nilai-nilai Pancasila akan membantu kita untuk tetap menghormati keragaman Indonesia, karena kita ketahui bersama Pancasila memiliki lima nilai dasar yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan juga keadilan.
“Ini sangat sempurna dan bila kita pedomani maka bangsa kita akan makmur dan tentram,”tutupnya.
Pantauan dilapangan, sosialisasi berjalan dua arah dimana terlihat antusiasnya peserta akan jalannya sosialisasi terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari peserta. Diakhir acara, peserta bersama Haripinto Tanuwidjaja melakukan foto bersama.
rd










