ROHUL, Potretnusantara.id-Merasa tak wajar, Saiful warga Kelurahan Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) syok pertanyakan PLN tagihan membengkak 2 kali lipat.
Karena merasa tak wajar dengan tagihan listrik itu, Saiful sempat meluapkan kekesalannya dengan memarahi Petugas Pencatat KWH, namun petugas mengarahkan untuk datang kekantor PLN ULP Pasir Pengaraian.
“Kok sampai naik dua kali lipat, padahal pemakaian seperti bulan sebelumnya tidak seperti itu,” ungkap Saiful nada kesal. Senin (31/5).
Dirinya mengaku, tagihan listrik mengalami kenaikan pada bulan Mei sampai dua kali lipat. Padahal bulan April, tagihannya normal.
“Karena bulan bulan sebelumnya tagihan saya stabil di angka 250 ribu hingga 330 ribu, kok tiba-tiba bulan ini melonjak jadi 554 ribu” jelasnya.
Selain Syaiful, hal serupa juga terjadi dengan Mar, warga Desa Pematang Berangan.
“Bulan April saya membayar sebesar 160 ribu tapi bulan ini tagihan listrik saya jadi Rp 350 ribu,” sebutnya dengan nada kesal.
Masyarakat keluhkan tagihan listrik yang membengkak, mereka memperkirakan ada kenaikan tarif listrik secara diam-diam atau ada subsidi silang yang diterapkan untuk pengguna daya 450 VA dan 900 VA.
Supervisor PLN ULP Pasir Pengaraian, Richo Setianto Putranto saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan.
“Sudah dicek di sistem PLN, untuk pembacaan kwh meter sudah sesuai dengan foto yang dikirim petugas perbulannya. Kemungkinan kenaikan rekening karena ada perubahan daya dari 450 ke 2200, jd yg sebelumnya bersubsidi menjadi tidak bersubsidi”papar Richo.
Saat di singgung apakah tidak ada pemberitahuan sebelumnya atas info dimaksud ke masyarakat, Richo mengatakan, pihaknya melalui petugas sudah menyampaikan informasi tersebut.
“Pastinya sudah ada pak, petugas sudah menjelaskan juga kalau tarif listrik daya 450 dengan lainnya berbeda karena ada subsidi tadi”, terang Supervisor PLN ULP Pasir Pengaraian Richo.
Ditempat terpisah masyarakat pemilik meteran mengaku pernah ditawari untuk dinaikkan daya dari 450 VA menjadi 2200 VA dengan membayar Rp 220. 000, dan saat itu pelanggan sempat menolak karna dirinya kurang paham tentang daya.
Selama ini masyarakat pemilik meteran juga memgaku pihaknya tidak punya Tv atau kulkas, dia hanya mengontrak disebuah warung ornamen kayu yang merupakan bangunan tua.
Untuk itu masyarakat meminta kepada PLN ULP Pasir Pengaraian untuk mengecek pemakaian daya dirumahnya.
Robert Nainggolan










