Wartawan itu seni
Wartawan itu adalah Sastrawan
Justru sejak Penjajahan Wartawan sudah ditawan
Mari kita kokohkan Kolaborasi Kawan
HB Yasin, Mokhtar Liebis, Hamka
Sanusi Pane, ST, Chairil Anwar, Alisyahbana
Hidup apa adanya membahana
Merekalah di NKRI Mustika
Mereka sudah tiada
Mereka kini diantara tulang belulang
Berbalut bumi tanah di persada
Namanya tetap tak hilang
Kemerdekaan mereka dirampas
Hingga dipenjarakan
Bukan karna uang & pemberitaan
dianggap penjajah ampas
Bumi jadi saksi bisu
menghantarkan zaman
Semangat tak lesu
Mereka itu orang budiman
Zaman berubah, kebablasan
Dihina, dicaci mau buat demo!?
Wartawan harus tahan uji itu pesan
Wartawan harus kekar hati, tulislah di memo
Wartawan adalah seni IQ, EQ & SQ harus tinggi
Tak boleh cengeng cengengesan
Wartawan pergi pagi pulang pagi
Merenda bahan berkesan
Gigih suarakan kebenaran hukum dibagi
Mari kerja trus jangan bosan
Berbantal batupun ‘ku mau rebah
Bagai musafir yang luluh lelah
Asal dimimpiku dekat padaMu
Makin dekat Tuhan kepadaMu
Inilah doaku hampir kepadaMu
Batu deritaku ‘kan terbentuk
Kelak ku tak sesat hampir kepadaMu
Melalui deru debu dan tanah
Tuhan tak lupa, bahkan tak pernah
Mari kita selalu taat amanah
Meski hidup penuh darah, keringat peluh dan nanah
Kokohkan kamtibmas
Kita takut ada kebablasan menyusup
Bak gembala bersuling nan merdu
di padang rumput hijau berkenan
Membaringkan aku di air yang tenang
Hai kawan wartawan
Serahkanlah pada Tuhan
Dia kan ganti segala dosa dengan doa
Kita kuat dalam pergumulan
Merangkai Kasih menutupi dosa
Mari kita wartawan mumpuni mengampuni
Sebab Tuhan lebih dulu
mengampuni
Salam Sehat, jauhkan iri dengki dendam
biarlah Tuhan melengkapi
yang belum lengkap
Serahkanlah padaNya
Meski hati sendu
Air hidup yang benar di briNya
Mari galang yang jahat
Jadikan kembali sahabat
Sadar kita mumpuni dari melihat
Agar mereka mau jadi tobat
Nurlince Hutabarat
Alumni Unimed ’97






