Potretnusantara.id, Natuna –
Di bawah langit Natuna yang tenang, semangat kebanggaan terpancar dari wajah-wajah personel Kepolisian Resor Natuna. Hari ini, Senin (1/12/)keluarga besar Polres Natuna memperingati Dirgahayu Korps Polairud dengan penuh kekhidmatan dan rasa syukur. Momen ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi pengingat tentang pengabdian tanpa batas para penjaga laut dan udara Republik Indonesia.
Dengan tema “Polairud Presisi Menuju Indonesia Maju”, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Fendri bersama jajaran mengirimkan pesan kuat tentang peran strategis Polairud dalam menjaga keselamatan perairan dan kedaulatan wilayah, terutama di Natuna yang dikenal sebagai beranda terdepan NKRI.
Di garis depan, para personel Polairud menjalankan tugas yang jauh dari sorotan lampu kota. Mereka menembus ombak, menyisir pulau-pulau, memastikan keselamatan pelayaran, hingga merespons cepat kondisi darurat — mulai dari kecelakaan laut hingga penyelamatan nelayan.
Kasat Polairud Polres Natuna, Ipda Guru Kinayan Sembiring, menegaskan bahwa tugas Polairud bukan sekadar operasi rutin, tetapi panggilan jiwa. “Laut kita luas, tantangannya besar. Tapi pengabdian kami adalah untuk masyarakat Natuna, untuk Indonesia,” ujarnya dengan mata penuh keyakinan.
Wakapolres Natuna, Kompol P. Tarigan, menambahkan bahwa keberadaan Polairud adalah bagian tak terpisahkan dari rasa aman masyarakat pesisir. “Di sinilah Polairud menunjukkan arti sesungguhnya dari pelayanan. Mereka hadir sebelum diminta, dan bekerja bahkan saat tak terlihat,” katanya.
Di sisi lain, Kapolres Natuna menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sarana, pelatihan, dan kolaborasi demi memperbesar daya jangkau pengamanan laut Natuna yang luas. “Kami ingin setiap keluarga nelayan merasa tenang karena tahu ada Polairud yang selalu siap menjaga,” tuturnya.
Peringatan yang ditandai dengan deretan personel berseragam biru kebanggaan Polairud ini menjadi simbol keteguhan, keberanian, dan dedikasi yang pantang surut. Natuna yang dikelilingi lautan membutuhkan penjaga yang kuat — dan Polairud telah melampaui peran itu dengan ketulusan.(Kalit)









