Potretnusantara.id,Natuna – Di tengah pesatnya budaya ngopi yang kian populer, Komunitas Penikmat Kopi Pantai Piwang (KPKPP) memberikan makna berbeda dari secangkir kopi. Bukan hanya sebagai teman diskusi, tapi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial. Hal itu dibuktikan dengan penyaluran 1 ton beras kepada warga kurang mampu di Kecamatan Bunguran Timur, Sabtu (1/11/2025).
Bertempat di Kedai Kopi Akun Pantai Piwang, Jalan Soekarno-Hatta, kegiatan dimulai sejak pagi. Para anggota berkumpul, menyusun strategi, dan membentuk tim pembagi untuk menyasar sejumlah titik, seperti Kelurahan Ranai Kota (Jemengan, Cemaka, Siman, Air Kolek, Air Kubang, dan kawasan sekitar SDN 001 Ranai).
Ketua KPKPP, Wan Novi Afrizan, menyampaikan bahwa komunitas ini lahir dari obrolan sederhana di meja kopi, namun tumbuh menjadi wadah peduli sosial.
“Kopi itu pahit, tapi kehangatannya menyatukan. Dari filosofi ini, kita belajar bahwa dalam hidup, setiap pahit harus diringankan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, berbagi bukan hanya soal bantuan, tetapi refleksi dari nilai kemanusiaan yang terus dirawat. Ia juga menegaskan bahwa KPKPP bukan komunitas nongkrong biasa. Sejak berdiri tahun 2019, KPKPP aktif di berbagai program sosial, olahraga, hingga keagamaan seperti Bunguran Cup 2022, bantuan banjir Ranai, bantuan longsor Serasan, lomba lampu colok antar masjid, hingga inisiatif perbaikan jalan Pering–Penagi.
Penasehat KPKPP, Simon Phang, turut menegaskan bahwa secangkir kopi menjadi simbol kedekatan dan ruang gagasan.
“Dari obrolan kopi, lahir kepedulian. Dan dari kepedulian, lahir gerakan sosial yang nyata,” ungkap bos Simon
Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi tradisi, bukan hanya agenda tahunan. Menurutnya, semakin banyak orang yang ngopi bersama, semakin besar ruang untuk saling menguatkan.
Warga penerima bantuan tampak antusias. Mereka menilai komunitas ini berbeda, sederhana namun berdampak. Kegiatan ditutup pukul 10.22 WIB dengan suasana hangat dan kondusif.
Di tengah derasnya arus gaya hidup modern, KPKPP membuktikan bahwa kopi bukan sekadar minuman, tetapi filosofi kehidupan: pahit tak harus dinikmati sendiri.
Dengan aksi ini, Komunitas Penikmat Kopi Pantai Piwang kembali menegaskan eksistensinya sebagai komunitas kreatif yang menebar inspirasi. Mereka menggugah bahwa dari meja kopi, kita bisa menyalakan api solidaritas, merawat empati, dan menguatkan kemanusiaan.
Komunitas Penikmat Kopi Pantai Piwang Didirikan Pada Tahun 2019 , ada Beberapa Kegiatan Sosial,Olahraga Dan Keagamaan Yang Dilaksanakan Yaitu Kegiatan Tournament Sepak Bola Bunguran Cup Pada Tahun 2022, Bantuan Sosial Banjir Dikota Ranai, Bantuan Sosial Bencana Longsor Diserasan, Kegiatan Lomba Lampu Colok antar Mesjid,Bantuan Sembakako Pada Tahun 2024, Mendukung Kemeriahan HUT RI Ke-78 HUT RI Ke-79 Dan HUT RI Ke-80, Inisiasi Gerakan Gotong Royong Perbaikan Jalan Pering – Penagi, Bantuan Obor Pada Kegiatan Pawai Obor SMAN 1 Bunguran Timur Serta Dukungan Hari Besar Keagamaan (Imlek) DiVihara Fuk De Chi Penagi.
Natuna kembali belajar satu hal: Secangkir kopi dapat memantik kebaikan tanpa batas.(Kalit)









