Potretnusantara.id, Natuna – Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Kapolres Natuna menyapa bersama mahasiswa, organisasi kepemudaan, nelayan, serta berbagai elemen masyarakat Natuna.
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Ranai Square, Jalan Soekarno Hatta, Ranai,(19/5) tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Forum itu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan daerah secara langsung kepada jajaran kepolisian, mulai dari krisis air bersih, persoalan nelayan, pelayanan publik, hingga kondisi ekonomi Natuna yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.
Dalam forum itu, Ketua HMI Natuna, Fergiawan, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan AKBP Novyan Aries Efendie yang dinilai aktif membangun komunikasi lintas organisasi dan hadir langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, selama dipimpin AKBP Novyan Aries Efendie, Polres Natuna menunjukkan kinerja yang humanis dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Natuna yang selama ini paling aktif turun langsung ke masyarakat melalui lintas organisasi. Semasa kepemimpinan Pak Aries, kinerja kepolisian sangat baik dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi aksi cepat jajaran Polres Natuna saat membantu penyelamatan korban tenggelam di Pantai Piwang beberapa waktu lalu yang menjadi perhatian masyarakat luas.
Selain itu, HMI Natuna turut mengapresiasi langkah kemanusiaan Polres Natuna dalam membantu warga menghadapi krisis air bersih melalui pendistribusian air menggunakan truk tangki.
“Saat Natuna mengalami krisis air bersih, Polres Natuna hadir membantu masyarakat dengan menyalurkan air bersih. Ini sangat membantu masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga menyoroti persoalan pelayanan PLN di Natuna. Mereka mengaku telah melayangkan surat audiensi terkait persoalan kelistrikan, namun hanya diperbolehkan menghadirkan dua orang perwakilan.
“Sementara kami ingin melakukan audiensi lebih besar untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, namun tidak diperbolehkan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menyinggung kondisi ekonomi Natuna yang dinilai semakin melemah, ditambah pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat perbatasan.
Persoalan nelayan juga menjadi pembahasan penting dalam forum tersebut. Mahasiswa dan perwakilan nelayan menyuarakan keresahan terhadap masuknya nelayan luar dan kapal asing di wilayah perairan Natuna.
Mereka berharap adanya penguatan pengawasan laut karena kapal pengawas nelayan dinilai masih terbatas.
Perwakilan dari nelayan turut menyampaikan persoalan ketersediaan BBM bagi nelayan serta maraknya praktik illegal fishing di wilayah perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna oleh kapal asing, termasuk dari Thailand dan Vietnam.
Ia juga menyoroti peran kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) yang dinilai belum berjalan maksimal dalam menjaga wilayah laut Natuna.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie menegaskan bahwa kepolisian harus hadir menjadi ruang dialog bagi masyarakat.
Menurutnya, berbagai persoalan daerah tidak boleh dipendam dan harus dibicarakan bersama agar dapat dicarikan solusi secara kolektif.
“Kami ingin memberikan ruang besar kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Forum seperti ini penting agar semua persoalan bisa dibicarakan bersama,” ujar Kapolres.
Ia mengatakan, komunikasi yang baik antara masyarakat dan aparat menjadi kunci menjaga stabilitas daerah sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.
“Kadang persoalan masyarakat bisa selesai hanya melalui diskusi sederhana dan komunikasi yang baik,” katanya.
Terkait krisis air bersih yang saat ini melanda Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie memastikan Polres Natuna akan terus hadir membantu masyarakat melalui aksi sosial dan pelayanan kemanusiaan.
Ia bahkan berencana menghadirkan program rutin bertajuk “Kapolres Menyapa” sebagai wadah komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat.
“Nanti program Kapolres Menyapa akan menjadi kegiatan rutin agar masyarakat lebih mudah menyampaikan aspirasi dan persoalan yang dihadapi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan di Natuna. Ia berharap generasi muda Natuna mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik, termasuk kesempatan kuliah gratis.
“Nanti akan saya sampaikan juga kepada pimpinan daerah, kepada ibu bupati, agar adik-adik kita di Natuna bisa mendapatkan kesempatan kuliah gratis,” ungkapnya.
Menurutnya, Natuna sebagai daerah kaya sumber daya migas harus mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama generasi muda.
“Natuna kaya akan migas. Kekayaan itu harus bisa dirasakan masyarakat, khususnya adik-adik pelajar dan generasi penerus daerah,” tegasnya.
Terkait persoalan kapal asing dan nelayan luar, Kapolres memastikan pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penindakan dan pengawasan bersama instansi terkait.
Ia berharap ke depan forum dialog seperti itu dapat terus dilaksanakan dengan menghadirkan berbagai instansi agar solusi yang dihasilkan lebih konkret dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Natuna.(Kalit)










