TAPUT, Potretnusntara.id – Tanah longsor merupakan perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor karena air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah, sehingga akibat bencana alam yang terjadi Kamis (3/3/2022) sekira Pukul 22.00 WIB, dua titik ruas jalan propinsi penghubung Kecamatan Pangaribuan – Garoga Taput, tepatnya di dusun Batu Hapur Desa Najumbambe Kecamatan Pangaribuan mengalami gangguan transportasi lalulintas.
Kedua jalan yang terganggu, karena salah satu penyebabnya adalah, jalan tersebut turun ke bawah sepanjang 7 meter dan yang satu lagi penyebabnya diakibatkan tertimbun tanah longsor tebing gunung sekitar 7 meter.
Kapolres Taput AKBP Ronald Sipayung SH. SIK. MH melalui Kadi Humas membenarkan peristiwa tersebut.
Sebelumnya (2/2/2022) sekitar Pukul 22.00 WIB, pertama bencana alam terjadi karena tebing gunung longsor dan menimpa ruas jalan dengan panjang 7 meter.
Setelah informasi tersebut di dapati, Kapolsek Pangaribuan AKP A.Simbolon langsung kontak dengan Dandramil dan Camat agar turun ke lokasi longsor
Dengan membawa anggota masing-masing, Muspika Pangaribuan tersebut mengajak masyarakat setempat untuk menanggulangi bersama secara manual dan pada akhir nya jalan pun tertanggulangi sementara dan kendaraan pun bila lewat.
Satu jam kemudian, berkisar 1 km dari longsoran tebing yang menimbun jalan di dusun yang sama, kembali lagi jalan amblas sehingga jalur transportasi pun terputus total.
Faktor penyebab amblasnya jalan tidak bisa dikendalikan secara manual, Akhirnya Muspika Pangaribuan memutuskan pekerjaan dihentikan.
Kapolsek Pangaribuan telah menghubungi UPT Binamarga Sumut agar menghadirkan alat berat, serta meminta bantuan dari alat berat swasta untuk pengendalian.
Barimbing menambahkan saat ini ada dua unit alat berat yang masih berada di lokasi untuk bisa mengendalikan jalan yang amblas supaya bisa di lalui kendaraan roda empat ke atas.
“Sedangkan kendaraan roda dua saat ini sudah bisa melintas namun masih harus ada pengawasan petugas kita di dua jalur,” Imbuhnya mengakhiri
Nurlince Hutabarat










