Karimun, Potretnusantara.id – Debat perdana Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Karimun Periode 2024-2029 telah dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun.
Dalam debat tersebut, isu pertama yang diangkat adalah tentang persoalan sampah yang lagi hits saat ini di Kabupaten Karimun, pertanyaan yang disediakan panitia ini muncul setelah Paslon Nomor urut 1 melakukan pencabutan bola dan mendapatkan angka B.
Setelah itu, pembawa acara melakukan pembukaan pertanyaan dengan kode huruf B tersebut dan membacakan isinya yaitu terkait penanganan masalah sampah, penataan lingkungan yang sangat buruk dan regulasi yang ada sementara sudah memiliki aturan mulai dari Perda dan Pergub.
Bagaimana menurut masing-masing Paslon terkait persoalan tersebut, apakah kedua aturan hukum tersebut belum cukup yaitu Perda No 7 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah dan Pergub No 40 Tahun 2018 Tentang Kebijakan dan Startegi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan jika terpilih kebijakan dan strategi apa yang harus dilakukan?.
Menanggapi hal tersebut, Paslon Bupati dan Wakil Bupati dengan Nomor Urut 1 Iskandar-Rocky (IsRock) mengakui bahwa masalah sampah akhir-akhir ini menjadi persoalan serius di Kabupaten Karimun. Terkait hal tersebut, IsRock mengatakan bahwa perlu ada penambahan regulasi yaitu dengan membuat adanya pengelolaan sampah, dimana nantinya sampah yang menumpuk akan dilakukan pengelolaan untuk pemanfaatan.
“Tentu juga dana yang cukup, karena para pekerja yang melakukan penanganan harus memiliki anggaran. Jadi jika kami terpilih masalah sampah akan teratasi dengan baik,” kata Iskandar Calon Bupati Karimun yang diberi waktu 1 menit saja.
Sementara itu, Paslon Nomor Urut 2 Firma-Ery juga diberi kesempatan yang sama untuk memberikan tanggapannya. Dalam kesempatan ini Firmansyah mengatakan masalah sampah adalah merupakan masalah bersama, dimana disana ada Pemerintah, masyarakat dan pihak ketiga. Menurutnya perlu komitmen bersama antara Pemerintah, masyarakat dan pihak ketiga yang mana masing-masing memiliki peranan dan tugas masing-masing.
“Pemerintah harus menyiapkan sarana dan prasarana, masyarakat harus diberikan edukasi dan pihak ketiga dilibatkan untuk berpartisipasi niscaya masalah ini akan teratasi,” kata Firmansyah hingga ujung wakti 2 menit.
Sementara itu, Paslon nomor urut 3 Bakti-Raja (BaRa) juga memberikan tanggapan tentang penanganan sampah yang saat ini menjadi masalah serius di Karimun.
Bakti Lubis mengatakan, terkait sampah pihaknya sudah belanja masalah dimana langsung melakukan dan turun langsung melihat ke TPA dan mengamati persoalan sampah yang ada. Pihaknya bersama Tim BaRa juga telah mengerahkan alat berat untuk langsung membersihkan sampah yang ada beberapa minggu yang lalu.
Menurutnya, persoalan sampah memiliki 3 yang mendasar, yang pertama tentang regulasi yang belum kuat sehingga perlu ada regulasi tambahan yang lebih mengikat sehingga lebih terstruktur, yang kedua terkait teknis yaitu mulai dari pengangkutan, peralatan dan tata kelola yang baik yang tidak profesional sehingga perlu penanganan yang komprehensif. Dan ke Tiga adalah penyediaan anggaran yang maksimal sesuai dengan kebutuhan yang terukur.
“Insya Allah jika diberikan amanah ini, kami Paslon Nomor Urut 3 Bakti-Raja (BaRa) sudah memiliki program dalam mengatasi masalah tersebut dan mohon dukungannya,” katanya.
Pantauan dilapangan, proses dalam sesi tanggapan sari masing-masing Pasangan Calon pada sesi pertanyaan huruf B berjalan dengan baik dalam batas waktu yang disediakan. (Ery).
Editor : Din










