Potretnusantara.id,Natuna – Ramadan bukan hanya tentang ibadah dan menahan lapar, tetapi juga menghadirkan kepedulian nyata bagi sesama. Semangat kemanusiaan itulah yang ditunjukkan empat insan pers Natuna Erwin Kalit, Fatur, Parman, dan Hardi yang turun langsung berbagi sembako kepada masyarakat dengan kondisi kehidupan paling rentan.
Aksi sosial ini bukan sekadar membagikan bantuan. Dengan penuh kepedulian, mereka berjalan kaki menyusuri gang sempit dan jalan kecil menuju rumah warga yang sulit dijangkau kendaraan. Di balik rumah-rumah sederhana tersebut, tersimpan kisah hidup masyarakat yang selama ini nyaris tak terlihat.
Penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, mulai dari pekerja sapu jalanan, buruh batu, hingga para lanjut usia yang hidup dalam kondisi rumah memprihatinkan dan serba keterbatasan.
Lebih dari sekadar berbagi, keempat insan pers ini juga melakukan pendataan langsung terhadap warga penerima bantuan. Langkah tersebut dilakukan demi memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Pemutakhiran data difokuskan pada kelompok Desil 1 hingga Desil 4, yakni kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah yang menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial pemerintah. Data yang dihimpun nantinya akan diusulkan agar warga yang belum terakomodasi dapat masuk dalam Data Pemerintah Kabupaten Natuna.
Erwin Kalit mengatakan, kegiatan ini berangkat dari realitas yang sering mereka temui saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.
“Kami setiap hari melihat langsung kondisi masyarakat. Ramadan ini kami ingin tidak hanya menulis, tapi ikut hadir membantu dan memastikan mereka yang layak bisa mendapatkan perhatian,” ujarnya.(11/3)
Fatur mengaku perjalanan menuju rumah warga menjadi pengalaman yang paling menyentuh selama kegiatan berlangsung.
“Kami harus berjalan kaki karena aksesnya sempit. Saat melihat kondisi mereka, rasa lelah hilang. Yang terasa hanya bagaimana bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” katanya.
Parman menjelaskan, sembako yang dibagikan berasal dari donasi para dermawan yang memilih tetap anonim.
“Ini titipan dari ‘orang baik’. Mereka tidak ingin disebutkan namanya, hanya ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan,” ungkapnya.
Sementara itu, Hardi berharap aksi kecil tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama.
“Pers bukan hanya penyampai informasi, tapi juga bagian dari masyarakat. Kami ingin aksi ini menggerakkan lebih banyak orang untuk peduli,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran insan pers tidak berhenti pada pemberitaan semata. Di tengah sunyinya sudut kehidupan masyarakat kecil, langkah kaki mereka menghadirkan harapan memastikan bantuan tidak salah sasaran dan kepedulian benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.(Kalit)









