PALAS, Potretnusantara.id – Bupati Padang Lawas, H Ali Sutan Harahap (TSO) dalam sambutanya pada acara upacara gelar pasukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Padang Lawas mengatakan pada tanggal 9 November tahun 2020 lalu Pemda telah melaksanakan apel siaga darurat bencana tingkat kabupaten Palas. Kamis (4/3).
Sebagai tindaklanjutnya maka hari ini Pemda Palas melaksanakan upacara upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, mengingat Palas salah satu daerah di Provinsi Sumatera Utara yang rentan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan.
Kejadian kebakaran lahan tidak mengenal batasan, hutan lindung, cagar biosfer, hutan tanaman industri, perkebunan perusahaan baik itu milik swasta maupun pemerintah, begitu juga dengan perkebunan masyarakat juga dapat mengalami karhutla.
Karhutla bisa terjadi karena gesekan pohon yang mengering pada musim kemarau, juga bisa disebabkan karna ulah manusia, namun pada umumnya terjadinya karhutla karena hutan sengaja dibakar untuk membuka lahan pertanian maupun membiarkan api pembakaran yang masih menyala.
Bupati juga menjelaskan luas lahan yang terkena bencana karhutla bervariasi, pada umumnya musibah itu menimbulkan bencana kabut asap yang dapat merugikan berbagai sektor, mulai pendidikan, ekonomi, kesehatan dan transportasi.
Untuk mengatasi dan serta penanggulangan karhutla memang membutuhkan koordinasi yang lebih intensif, untuk itu setelah apel siaga hari ini Bupati Palas meminta kepada seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang telah terbangun baik selama ini.
Apalagi saat ini Palas sudah memasuki musim kemarau dimana potensi bencana karhutla akan semakin besar, mari sama-sama bersinergi, baik pemerintah, aparat maupun swasta semua harus saling bahu-membahu, langkah ini penting agar bencana karhutla tidak menjadi bencana asap kabut yang merugikan semua pihak seperti tahun sebelumnya.
Pada tahun 2020 lalu meskipun terjadi karhutla, namun berkat kordinasi semua lintas sektoral, maka bencana bisa ditangani dengan cepat, sehingga tidak dapat menimbulkan bencana kabut asap yang berkepanjangan.
Untuk itu Bupati berpesan kepada stakeholder terkait dan masyarakat Palas agar bersama menjaga dan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, mengingat perlunya kewaspadaan dan antisipasi dini, Bupati meminta kepada seluruh Camat agar mengintensifkan kegiatan pengendalian karhutla melalui penyuluhan kemasyarakatan desa di wilayah kerja masing-masing.
Kepada perusahaan HTI agar membentuk posko pengendalian karhutla sesuai Inpres nomor 11 tahun 2015 tentang peningkatan dan pengendalian karhutla, kepada masyarakat peduli api (MPA) agar kiranya siap siaga memantau dan membantu tim penanggulangan bencana karhutla serta langsung melaporkan kepada petugas jika terdapat titik api.
Terakhir sebelum Bupati mengakhiri sambutan juga meminta kepada seluruh petugas Damkar, BPBD, MPA dan Tim reaksi cepat dari perusahaan agar tetap siaga dan memastikan peralatan siap setiap saat, dan terimakasih kepada perusahaan yang telah membantu memfasilitasi dengan memberikan berupa alat yang berkaitan dengan pemadaman karhutla.
Usai upacara Karhutla dilanjutkan penyerahan bantuan 2 set mesin air untuk pemadam kebakaran dalam pengamanan karhutla, adapun perusahaan tersebut yakni dari tiap perusahaan mesin dan selang untuk penanganan Karhutla oleh perusahaan dari PT MAI, PT KAS, PT VAL, PT ANJ, PT Sibukah Raya Sialiali, PT Sumber Sawit Sumber Makmur Payapinang.
Robert Nainggolan










