BATAM, Potretnusantara.id – Haripinto Tanuwidjaja, Anggota Anggota MPR RI kembali melakukan sosialisasi 4 Pilar kebangsaan bersama Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) wilayah Batam di D’Patros Cafe & Restorant, Jalan Harbour Bay No.81, Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Sabtu (25/3).
Dalam kesempatan ini, Haripinto menjelaskan bahwa tantangan kebangsaan saat ini harus menjadi tanggunggung jawab bersama termasuk buruh dalam mempertahankan, membangun dan membina kerukunan di Indonesia demi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa.
Anas, Ketua Korwil SBSI Kota Batam yang hadir dalam kesempatan ini mempertanyakan kepada narasumber (Haripinto-red),
“Sebagai wujud keadilan berbangsa dan bernegara, bagaimana negara menjamin pekerjaan bagi masyarakatnya?,kata Anas mengajukan pertanyaan.
Dalam kesempatan ini, Haripinto Tanuwidjaja Anggota Anggota MPR RI memberikan penjelasan. Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 27 ayat (2) yang menyatakan bahwa ”tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.
Untuk itu pemerintah terus membangun dan mempermudah investor untuk berinvestasi di Indonesia sehingga dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat. Mendapatkan kehidupan yang layak melalui peluang-peluang kerja tentu akan terwujud kesejahteraan yang berkeadilan.
“Ini yang harus kita dukung, disamping mempersiapkan kemampuan kita (skill), kita juga harus menjada stabilitas atau kondusifnya daerah kita,”kata Haripinto.
Senada juga disampaikan Napitupulu, salah satu buruh kota Batam, Apakah buruh itu berpengaruh terhadap kesatuan dan persatuan bangsa kita.
Haripinto Tanuwidjaja mengatakan, buruh itu adalah penggerak ekonomi Indonesia, buruh juga merupakan pelaku utama pembangunan di negara ini. Dengan demikian Buruh memiliki peran yang besar bagi suatu negara.
“Ini fakta, dimana kekuatan buruh sangat besar mingingat jumlahnya yang cukup besar, untuk itu buruh adalah kekuatan utama dalam menentukan wajah masyarakat Indonesia secara keseluruhan,”katanya.
Sementara itu, Novia, salah satu perwakilan buruh wanita menanyakan bagaimana kita dapat memelihara, mempertahankan dan membangun persatuan dan kesatuan itu
Haripinto Tanuwidjaja memberikan apreseasi terhadap pertanyaan tersebut, dia mengatakan ini memang yang paling utama, memelihara, mempertahankan dan membangun persatuan dan kesatuan perlu pemahaman prinsip Bhineka Tunggal Ika, yaitu nasionalisme Indonesia, Kebebasan yang bertanggung jawab, wawasan nusantara, dan persatuan pembangunan untuk mewujudkan cita-cita reformasi.
Dia mencontohkan, salah satu cara memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dapat ditempuh melalui mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Pancasila yang merupakan pedoman hidup bangsa, persatuan dan kesatuan Indonesia disebutkan dalam sila ke-3.
Disisi lain, dalam sejarah perjuangan kita melalui sumpah pemuda yang merupakan janji putra dan putri Indonesia yang bertumpah darah satu yaitu Indonesia, berbangsa satu yaitu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia dimana Semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan yang mempersatukan Indonesia yang berbeda-beda dalam kedaulatan bangsa.
“Jadi mari kita jaga persatuan dan kesatuan ini,”ajaknya mengahiri.
Pantauan dilapangan, acara berjalan dengan baik dan terlihat interaktif peserta untuk mengetahui pentingnya pemahaman 4 pilar kebangsaan sebagai kekuatan warga dalam mempertahankan negaranya.
rd










