BATAM, Potretnusantara.id – Haripinto Tanuwidjaja, Anggota MPR RI kembali menggelar acara sosialisasi tentang pentingnya membangun kebersamaan dan mempertahankan NKRI, acara sosialisasi ini digelar bersama jemaat Gereja GBI Agape bertempat di jalan Trans Barelang, Tembesi Lestari, Kecamatan Sagulung Kota Batam, Sabtu (22/4)
Saat acara ini, Pdt Eliston mempertanyakan bagaimana kita sebagai masayarakat dalam membangun dan menerapkan 4 pilar kebangsaan ini dalam kehidupan sehari-hari?.
Haripinto Tanuwidjaja menjelaskan, banyak hal yang dapat dilakukan dalam menjaga keutuhan NKRI ini, dia mencontohkan agar saling menghargai perbedaan. Hal seperi ini menurutnya sangat penting mengingat bangasa Indonesia beraneka ragam suku, bahasa, agama dan adat istiadat sehingga dengan perbedaan tersebut tidak saling membandingkan.
“Kemudian tidak menyebarkan hoax, ini sangat berbahaya karena sangat berdampak kepada perpecahan, perlu kita melakukan verifikasi masalah sebelum kita memberikan pendapat. Dan yang palaing penting adalah membangun budaya gotong royong dalam lingkungan maupun antar umat beragama,”katanya menjelaskan.
Elisabet Sinaga, salah satu peserta lainnya juga memberikan pertanyaan, dalam kemajuan dan memajukan perekonomian keluarga, dapatkah pemerintah membantua pengadaan peralatan mesin jahit kepada kami?
Haripinto memaparkan, dalam membina perkembangan usaha mandiri masyarakat, pemerintah melalui program Mekar yaitu bantuan lunak dapat dimamfaatkan oleh seluruh masyaralat. Dalam pengajuannya, masyarakat dapat membentuk kelompok-kelompok yang nantinya akan didata oleh petugasnya dan tentu juga akan memberikan sosialisasi tentang tatacara baik itu pencairan serta ketentuan-ketentuan pembayarannya.
“Program ini cukup membantu jika dimamfaatkan dengan baik dan pengelolaan yang tepat,”tegasnya.
Ester menanyakan tentang adakah dampak tehnologi terhadap ketahanan persatuan bangsa kita?
Ada jelas Haripinto, namun tentu dampak positifnya juga pasti ada. Dia menambahkan, yang penting sebagai masyarakat harus dapat mengontrol diri, misalnya salah satu contoh dampak negatif yaitu kecanduan tehnologi sehingga tidak mementingkan lingkungan sekitar atau menjadikan manusianya menjadi tertutup sehingga tidak ada kepedulian terhadap lingkungan tentu ini sangat berdampak buruk nantinya.
“Nah untuk itu masyarakat harus mampu mengontrol diri. Ciptakan tehonologi itu untuk hal-hal yang positif, misalnya untuk promosi hasil UMKM yang berdampak kepada peningkatan ekonomi kerayakatan,”pesannya diakhir acara.
rd










