BATAM, Potretnusantara.id-Pentingnya pemahaman Empat Pilar Kebangsaa bagi masyarakat Indonesia terus digalakkan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), pemahaman ini sangat penting dipahami oleh masyarakat demi menjaga persatuan dan kesatuan dari tantangan luar maupun tantangan yang ada dari dalam negeri.
Dalam kesempatan ini, saat pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Haripinto Tanuwidjaja Anggota DPD RI/MPR RI mengatakan Konsep ini dipandang sangat penting bagi Indonesia dengan konsep heterogenitasnya yang kompleks dan potensi disintegrasi yang tinggi sehingga pemahaman Empat Pilar Kebangsaan sangatlah penting.
“Tentu seperti saat ini, Ikatan Keluarga Besar Pemuda Maumere Batam yang berbeda daerah tapi dapat dipersatuan melalui organisasi. Ini sudah merupakan salah satu wujud persatuan dan kesatuan,”kata Haripinto Tanuwidjaja dihadapan kurang lebih 150 orang peserta sosialisasi di The K Hotel Komplek Nagoya Garden Phase II, Kelurahan Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam. Sabtu (20/7).
Pilipus Samon warga asal Flores Timur peserta sosialisasi menanyakan kepada Haripinto Tanuwidjaja Anggota DPD RI/MPR RI, apa mamfaatnya kekompakan yang dimiliki oleh organisasi kemasyarakatan terhadap keutuhan bangsa Indonesia?
Haripinto menjelaskan, bangsa Indonedia memiliki ragam bahasa, ragam budaya, ragam suku dan agama dan tentu dari masing-masing tersebut memiliki latarbelakang yang beragam. Keberagaman tersebut jika tidak memiliki arah dan tujuan yang tepat tentu akan menjadi persoalan serius.
“Nah ini lah yang menjadi landasan kita yaitu Pancasila, ada regulasi yang dicanangkan pejuang kita dahulunya melalui keanekaragaman yang kita miliki dapat bersatu menuju kemerdekaan, sehingga perbedaan yang dimiliki dapat dipersatukan oleh Emapat Pilar Kebangsaan yaitu UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika,”kata Haripinto menjelaskan.
Ilfridun Matu Madun warga asal Manggarai ini juga meminta penjelasan tentang tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat akan banyaknya gejolak yang terjadi saat ini?
Dalam kesempatan ini Haripinto kembali menjelaskan bahwa tantangan era digitalisasi saat ini tidak mudah untuk memeranginya jika tidak ada kepedulian masyarakat untuk membantu pemerintah. Disadari, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam melakukan pencegahan dalam menghadapi tantangan yang semakin komplek.
“Contoh kecil adalah hoaks, sering sekali masyarakat kita mengomentari hal-hal yang tidak pasti di media sosial sehingga berdampak buruk. Perlu ada kesadaran mesyarakat untuk menciptakan perdamaian, persatuan dan kesatuan tentu dengan memiliki pengetahuan di masyarakat misalnya dengan memelihara sikap yang toleransi,”katanya.
“Untuk itu tambahnya, dengan adanya pemahaman cinta terhadap bangsa sendiri, menghargai perbedaan dan membangun sikap gotong royong di masyarakat adalah salah satu bahagian dalam membangun bangsa Indonesia lebih kuat dan mandiri,”tutupnya.
Sosialisasi ini berjalan dengan baik, masyarakat berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan terus dilaksanakan di kalangan masyarakat sehingga dapat menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya keutuhan NKRI melalui persatuan dan kesatuan yang terbangun di akar rumpun masyarakat.
nd










