BATAM, Potretnusantara.id-Dinas Pendidikan Kepulauan Riau (Disdik Kepri) melalui Kepala Cabang Disdik Kepri di Batam, Kasdiatanyo menyambut posistif kegiatan yang dilakukan oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kepulauan Riau (Kepri) yaitu kegiatan sosialisasi dalam lingkungan sekolah.
“Kami berterima kasih atas inisiatif JMSI Kepri dalam menggelar kegiatan ini. Disdik Kepri yang membawahi SMA sederajat dan SLB sangat mendukung kegiatan ini,” ujar Kepala Cabang Disdik Kepri di Batam, Kasdiatanyo, Kamis (12/9).
Kasdiatanyo mengatakan, tantangan masalah narkoba tidak dapat dianggap remeh apalagi Kepulauan Riau merupakan daerah perbatasan dengan beberapa negara sehingga resiko dan penanggulangan kemungkinan akan lebih berat dibandingkan dengan daerah lainnya.
“Kita berada di wilayah perbatasan, dan ancaman narkoba lebih besar di sini. Oleh karena itu, kami berpesan kepada para siswa untuk serius mengikuti kegiatan ini agar lebih memahami bahaya narkoba,” ujarnya.
Dia mengakui bahwa pengetahuan terhadap dampak bahaya narkoba perlu diketahui semua kalangan, karena sasaran narkoba tersebut tidak hanya menyasar laki-laki saja namun juga banyak korban dari perempuan.
“Ini bukan hanya untuk siswa laki-laki, tetapi juga siswa perempuan. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama, apalagi sekarang jenis narkoba ini sudah beragam,” jelasnya.
Kasdiatanyo berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan di SMA sederajat di wilayah hinterland lainnya yang juga berbatasan dengan negara tetangga.
“Anak-anak di wilayah hinterland juga perlu mendapatkan sosialisasi serupa. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan di daerah-daerah tersebut,” tambahnya.
Pantauan dilapangan, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kepulauan Riau (Kepri) saat ini menggelar sosialisasi bahaya narkoba di sekolah SMA Negeri 11, Pulau Buluh, Kota Batam.
nando










