ASAHAN, Potretnusantara.id – Diduga akibat cucunya dimutasi seorang kakek, Asmadi (82) nekat menutup sekolah TK Bina Dharma PT. Gunung Melayu Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan.
Menurut Asmadi warga Dusun IV Desa Batu Anam, TK Bina Dharma ditutupnya karena kecewa cucunya, Haryono yang sudah 5 tahun yang masih BHL (Buruh Harian Lepas) di PT. Gunung Melayu Satu Batu Anam dimutasi ke Pabrik PMS Madina. Karena tidak mengindahkan surat panggilan ke satu dan ke dua dari PT. Sawit Sukses Sejati Madina akhirnya Haryono dikualifikasikan mengundurkan diri sepihak.
Asmadi mengatakan bahwa sekolah TK Budi Dharma berdiri di atas tanah miliknya seluas 20 x 35 meter yang terletak di Dusun IV Desa Batu Anam itu dikontrak oleh yayasan Budi Dharma untuk sekolah TK selama 10 tahun terhitung sejak bulan Desember 2016 dengan sewa Rp 250.000/bulan.
“Dulunya saya tanah itu saya kontrakkan dengan yayasan Budi Dharma karena cucu saya bisa diterima menjadi karyawan PT. GM 1 Batu Anam. Ternyata sudah selama 5 tahun kerja tetap saja BHL, malah dimutasi pula ke tempat jauh, sedang dia (Haryono, red) merupakan cucu satu-satunya yang tidak bisa berpisah jauh dengan orang tuanya,” ungkap Asmadi saat ditemui potretnusantara.id di kediamannya, Kamis (9/12/21).
Namun dampak dari TK tersebut ditutup murid-murid pindah terpaksa belajar di rumah Pondok karyawan PT. GM 1 Batu Anam milik seorang guru TK Budi Dharma, Suliem yang proses belajar mengajarnya di tempatkan di sebuah joglo depan rumahnya.
“Karena sekolah TK ditutup murid terpaksa kami pindahkan belajarnya di rumah guru. Tapi kami juga sudah minta ke perusahaan agar diberikan satu rumah karyawan untuk ruang belajar TK tapi belum dipenuhi, maka terpaksa proses belajar mengajar di tempatkan di sini (joglo, red). Namun selama terpaksalah adanya Covid-19 kadang murid belajar di rumah saya secara prokes,” ujar Saliem.
Secara terpisah wakil Humas PT. Gunung Melayu Satu Batu Anam, Hariyanto membenarkan sekolah TK Bina Dharma Batu Anam ditutup oleh pemilik tanah Asmadi diduga karena keberatan cucunya Hariyono dimutasi ke Pabrik PMS Madina.
” Karena permohonannya agar anaknya tidak dimutasi tidak dipenuhi oleh perusahaan langsung pintu pagar sekolah TK dipasang plang tutup. Padahal tanah tersebut masih ada ikatan kontrak dengan yayasan Budi Dharma selama 10 tahun sejak bulan Desember 2016, bukan dengan PT. GM 1 Batu Anam,” terang Hariyanto.
Menurut Hariyanto yang juga Kepala Desa Batu Anam bahwa Hariyanto perlu diketahui bahwa surat mutasi yang dikeluarkan PT. Sawit Sukses Sejati. Dan rencananya akan diangkat menjadi karyawan SKU dan menjadi operator.
” Tapi Haritono tidak mau, dan keinginannya tetap bekerja di pabrik PT. GM Satu Batu 6,” tandas Hariyanto.
Paimin










