Potretnusantara.id, Natuna – Didik Setiawan (41), pengrajin ternama asal Natuna yang dikenal luas karena kepiawaiannya membuat gelang dan pernak-pernik dari kayu, dilaporkan hilang bersama dua rekannya saat mencari kayu gaharu di kawasan Gunung Bedung, Kabupaten Natuna.
Didik Setiawan, warga Ranai Darat, berangkat bersama dua temannya yakni Nurjais Sugito (44) asal Batubi dan M. Hasanudin dari Air Lengit pada tanggal 1 Juli 2025. Mereka terakhir terlihat memasuki kawasan hutan lebat melalui jalur perbatasan Sujung dan Kelanga, tepatnya di dekat pos radar Satrad.
“Kemarin kami antar lewat pos radar yang pertama, sebelah kiri arah Sujung,” ujar Deki, adik kandung Didik Setiawan yang turut mengantar keberangkatan mereka.Minggu,13 Juli 2025 di posko Basarnas area wilayah Gunung bedung
Hingga kini, ketiganya belum kembali dan keberadaan mereka masih misterius. Namun, harapan sempat muncul pada tanggal 7 Juli, ketika Lina – istri dari Nurjais Sugito – berhasil melakukan komunikasi terakhir dengan sang suami.
Dalam percakapan tersebut, Nurjais menyebut mereka sudah berada di puncak Gunung Bedung namun mulai mengalami kesulitan. Mereka mengaku tersesat dan sudah dua hari tidak menemukan sumber air.
“Mereka bilang sudah dua hari tidak menemukan air. Posisi sudah di puncak Gunung Bedung,” kata Lina dengan suara penuh kekhawatiran.
Hal senada juga dibenarkan oleh Deki. Menurutnya, ketiga korban membawa bekal makanan terbatas saat mendaki, di antaranya beras sebanyak 6 kilogram.
Situasi ini kini memantik keprihatinan masyarakat Natuna. Pihak keluarga berharap Basarnas dan aparat terkait segera melakukan upaya pencarian menyeluruh mengingat cuaca yang tidak menentu serta kondisi fisik korban yang mulai melemah.
Gunung Bedung sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan hutan lebat dan medan yang menantang di Natuna. Keberangkatan untuk mencari kayu gaharu memang kerap dilakukan oleh warga sekitar, namun risiko tersesat selalu mengintai para pencari gaharu, terutama tanpa pemandu lokal berpengalaman.









