NATUNA, Potretnusantara.id – Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Natuna, bakal memulai awal dipengujung tahun 2021 ini dengan sejumlah gebrakan baru. Program kerja ini untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi percepatan pemulihan ekonomi, dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Direktur Perusda yang baru, Zamroni mengatakan, program kerja baru untuk memajukan perusda ini bakal berbeda dari sebelumnya.
Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Fraksi Gerindra Sarankan Pemkab Perbanya Program Padat KaryaBupati dan DPRD Natuna Pulihkan Ekonomi Masyarak Melalui Program Padat Karya
Pasalnya, semua yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan semua sektor usaha, akan dilibatkan untuk membangun Natuna.
“Sekarang kita sudah mulai menyusun program, dan insya Allah mudahan dam beberapa bulan ke depan sudah bisa berjalan,” kata pria berpengalaman di bidang Asuransi ini kepada media ini ketika berbincang-bicang diruangan kerjanya, Kamis (26/8/2021)
Ia menjelaskan, beberapa program kerja telah dikomunikasikan, dan sudah ada tanggapan positif dari Bupati Natuna Wan Siswandi dan Wakil Bupati Natuna Rodial Huda serta sinergisitas antara Satuan Kerja Perangkat Daerah di Natuna, untuk menjalin dan mengembangkan usaha pada perusda.
“Pertama, hal ini akan bekerjasama dengan semua pelaku usaha di Natuna, karena mereka akan di ajak ikut bertanggung jawab memajukan Perusda, sehingga semua arah sasarannya jelas,” kata Ketua Koni Kabupaten Natuna ini.
Hal ini, kata mantan Manejer Asuransi ini dikarenakan perusda merupakan induk dari semua Badan Usaha Milik Desa di Natuna yang juga harus dikembangkan.
Zamroni mengungkapkan, perusda memang dibentuk oleh pemerintah untuk bisa memberikan manfaat, baik bagi kesejahteraan masyarakat maupun PAD Natuna. Untuk itu, tegasnya, perusda harus memiliki gebrakan yang jelas. Oleh karena itu, sebuah perusda ia dorong untuk bisa memberdayakan masyarakat, seperti menggaet pengusaha mikro, kecil, dan menengah, serta memberikan kesempatan berkontribusi, agar tidak ada lagi monopoli usaha.
Zamroni menjelaskan, untuk program pertama sesuai harahan Bupati Natuna Prusda akan fokus pengolahan limbah sabut kelapa. Limbah Sabut Kelapa ini memang kita saja yang terlambat, seperti Kabupaten Lingga, Karimun dan Kabupaten Bintan, sudah lama mereka memproduksi Limbah Sabut Kelapa mereka.
Namanya Kokopit dan Kokopiber. Jadi Kokopiber ini menimbuilkan Kokopit, sebagai serbuk untuk bahan korsi penganti busa dan untuk pupuk media tanaman.
‘’Kita sudah coba jajaki Asosiasi Indutri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI), dan insya’Allah kalau mereka tidak bohong, mereka juga bersedia untuk bekerjasama dengan kita dan siap menerima produksi olahan limbah sambut kelapa kita.”jelas Zamroni
Lanjut Zamroni, kita memang mencari untung dari produksi ini, pihak asosiasi ini bersedia untuk membeli produksi limbah sambut kelapa kita antara Rp2500 sampai Rp3 ribu rupiah. AISKI ini adalah asosiasi yang sudah memilik standar terbaik dalam produksinya.
‘’ Mesin pengolahan sabut kelapa nanti akan dibeli melalui asosiasi AISKI ini. Harga mesinnya juga tidak terlalu mahal.”kata Zamroni
Zamroni mengatakan, mesin untuk pengolahan limbah sabut kelapa itu akan dibelikan oleh Pemkab Natuna dengan cara ibah ke Perusda.
“Kalau tidak ada halangan insya’Allah pada Tahun 2022 nanti kita sudah produksi limbah sabut kelapa kita. Sebenarnya rencana program kami Perusda untuk tahap awal ada 4, diantaranya pengeloaan Air bersih, Karet dan lainya, namun kita fokuskan dulu pada pengolahan limbah sabut kelapa ini dulu.”ujar Zamroni.
Bupati Natuna, Wan Siswandi meminta seluruh komisaris, dewan pengawas, direktur, dan jajaran di Perusda Natuna untuk kreatif dan inovatif dalam menggali potensi serta membuat terobosan-terobosan baru.
“Maka harus berani untuk dapat membawa perusahaan menjadi lebih kompetitif dan produktif dalam meningkatkan pembangunan perekonomian di Kabupaten Natuna ,” kata Wan Siswandi.
Bupati menambahkan, untuk memajukan perusahaan daerah diperlukan tekad kuat dan semangat kerja keras yang harus dimiliki oleh seluruh personel di Perusda agar dapat mengembangkan perusahaan.
Sebagaimana tujuan dibentuknyaPerusda yaitu untuk memberikan jasa, menyelenggarakan kemanfaatan umum, mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pengembangan fungsi pemerintah daerah dalam pelayanan masyarakat.
“Terapkan strategi-strategi dan perencanaan yang baik. Strategi bisnis merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Perusahaan harus bisa mencapai target dan tujuan secara sistematis dan terukur,” tegas Wan Siswandi.
Peran Direktur Perusda menjadi kunci dalam penerapan kepemimpinan yang efektif. Dia menyarakan agar membuat teamwork yang kuat dalam menjalankan perusahaan. “Berikan motivasi kepada karyawan agar selalu bersemangat dan berprestasi meningkatkan kinerja,” tutur Wan Siswandi.
Mantan Sekda Natuna ini, mendukung Perusda Fokus dulu tentang pengolahan limbah sabut kelapa agar ekonomi masyarakat
Sebagai informasi, berdasarkan hasil audit Akuntan Publik Perusdan Natuna masih terutang sekitar Rp 4 Miliar lebih.
kalit













