ASAHAN, Potretnusantara.id- Atap seng bekas bongkaran gedung SDN 013830 Padang Mahondang, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan raib diduga diambil pemborong.
Informasi dari sumber yang layak dipercaya atap seng bekas jenis zicalum diperkirakan sebanyak 72 lembar itu dibawa oleh Syapri selaku orang yang dipercayakan pemborong. Bahkan proyek tersebut terkesan “siluman” karena tidak memiliki plang informasi, sehingga tidak diketahui berapa pagu anggaran dan jenis proyek yang dikerjakan.
Kepala SDN 013830 Padang Mahondang, A. Simbolon yang dikonfimasi wartawan Sabtu (16/10/2021) mengaku kecewa atas pengambilan seng bekas yang tanpa disertai Berita Acara.
” Padahal kami sudah bilang sama pemborong atap seng bekas itu akan kami gunakan untuk tempat parkiran dan kantin sekolah, tetapi yang disisakan hanya 3 lembar yang sudah tidak layak pakai, lainya dibawa habis,” ungkap Simbolon.
Menurut Kasek, sekolahnya tersebut selain mendapat bantuan rehap berat 3 ruang kelas belajar (RKB) juga Pembangunan Perpustakaan Sekolah senilai Rp 196.000.000 dan Pembangunan Jamban senilai Rp 120.200.000. Satu lagi Pembangunan Ruang Guru, namun tidak sempat diketahui pagu anggarannya maupun pelaksana proyek.
Sementara itu pantauan wartawan didampingi Kasek A. Simbolon, proyek Pembangunan Jamban yang bersumber dari dana APBD Tahun 2021, pelaksana CV. GURUH itu diduga belum selesai dikerjakan tetapi sudah ditinggalkan oleh pemborongnya.
Hal ini terlihat dari instalasi litrik yang belum tersambung ke mesin pompa air. Kemudian pipa pembuangan air jamban/toilet tidak terpasang dengan baik sehingga dikhawatirkan terjadi penyumbatan air yang keluar ke parit pembuangan. Selain itu tandon (bak penampung air) belum terpasang pipa dan belum terisi air diletakkan begitu saja di atas bangunan jamban.
Secara terpisah Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Pulau Rakyat, Suwanto Wasiman yang dikonfirmasi via hand phone mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan terkait lenyabnya atap seng bekas yang diduga diambil oleh oknum pemborong, begitu juga tidak adanya plang proyek rehab gedung SD tersebut, karena pengerjaannya ditangani pemborong.
“Sebenarnya, selama tahun 2021 pengerjaan pembangunan sekolah dilakukan konsultan dengan pemborong, sedangkan pihak sekolah hanya terima kunci saja. Jadi sekecil-kecil apapun kami tidak tahu tentang pembangunan itu karena pihak sekolah tidak diberi RAB-nya,“ tandas Wasiman.
Sementara itu Syafri yang dikonfimasi via hand phone, Minggu (17/10/2021) mengatakan dirinya mengaku hanya sebagai pekerja pembokaran bangunan. Namun diakuinya atap seng bekas bongkaran itu diambil Pimpro
“Soal kelanjutan seng bekas itu dibawa kemana saya tidak tahu. Kalau laporan (Berita Acara) pengambilan orang itu (Pimpro-red) nanti yang membuatnya, tugas saya cuma mengurusi permintaan barang yang direhap yang dibutuhkan,” ucapnya.
Menanggapi plang proyek rehap berat RKB sekolah tersebut yang belum dipasang, Syafri mengatakan sudah berulang kali disampaikan kepada Pimpro tetapi jawabnya plangnya belum ada.
Paimin










