Karimun, Potretnusantara.id – Sempat tertunda, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun hari Senin, 19 Agustus 2024 nanti mulai dibayarkan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq usai meresmikan penggunaan gedung Kantor Bukit Karya di jalan Jenderal Sudirman Poros, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Jumat (16/8/2024).
“Untuk kesejahteraan pegawai kita sudah mengupayakan khususnya TPP. Insyaallah, hari Senin ini mulai dibayarkan untuk satu bulan, jadi setiap bulan akan kita bayarkan, pelan-pelan,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq.
Dijelaskan Bupati Rafiq, terjadinya keterlambatan TPP bukan dikarenakan Pemerintah Daerah (Pemda) tidak mengupayakan tetapi memang kondisi keuangan daerah saat ini.
Lanjut, pertama Dana Alokasi Umum (DAU) tidak bisa diharapkan lagi untuk dapat membantu. Biasanya DAU yang diterima digunakan untuk membayar gaji ASN dan tenaga honorer tapi sekarang DAU hanya mampu diperuntukkan untuk kesehatan dan juga pendidikan.
“Untuk membayar gaji honorer saja tidak cukup, kita harus menggunakan sumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga Dana Bagi Hasil (DBH) serta transfer dari pusat maupun dari provinsi,” jelasnya.
Selain itu, ada tiga (3) perusahaan di Karimun yang habis izinnya dan sedang berproses. Menurutnya, perusahaan tersebut memberikan kontribusi dalam satu bulan mencapai Rp13 milyar hingga Rp14 milyar. Namun, sekarang hanya tinggal Rp6 milyar.
“Bayangkan jika itu berjalan normal, insyaallah tidak terjadi seperti saat ini,” katanya.
Kemudian, saat ini sedang berjalan proses tahapan Pilkada yang membutuhkan anggaran cukup besar.
“Kalau kita hitung-hitung, anggaran Pilkada tersebut bisa membayar tiga bulan tunjangan para pegawai dilingkungan Pemkab Karimun,” ungkapnya.
Ia berharap PMK untuk perubahan, dana-dana transfer yang menjadi hak daerah itu diberikan oleh pemerintah pusat sehingga sampai dengan akhir tahun yang menjadi kekurangan untuk kesejahteraan masyarakat khususnya TPP ASN bisa terselesaikan.
“Kita dihadapkan dengan pegawai kita yang berjumlah 8000 orang, 1300 pegawai P3K yang baru dan masih ada 4000 lebih tenaga honorer. Mudah-mudahan semuanya bisa kita akomodir dan kita lindungi,” harapnya.
Selanjutnya, pada kesempatan itu Rafiq meminta kepada semuanya untuk yakin dan percaya bahwa dana-dana yang ada di pemerintah daerah itu tidak dipergunakan dan diperuntukkan untuk yang lain tapi karena memang kondisi PAD terganggu.
“Jadi bukan kita memperlambat. Saya sebagai pemimpin tentu ingin membahagiakan siapa yang saya pimpin, ibarat orang tua pasti ingin membahagiakan anak-anaknya. Semoga kita selalu menjalin silaturahim, tidak saling menghujat dan menyalahkan. Mari bersama-sama mendoakan supaya kita keluar dari kesulitan ini. Insyaallah, Allah akan memberikan jalan terbaik untuk kita semua”. tutup Rafiq sambil menahan sedih. (Ery).
Editor : Din










