PALAS, Potretn usantara.id – “Dangol do hami dison”(dalam bahasa Tapanuli Selatan artinya sedih kami disini”, demikian ungkapan Kepala Desa Tanjung Ale menanggapi pertanyaan PotretNusantara saat ditanyakan mengenai keadaan jalan akses keluar-masuk dari Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) simpang PTPN IV menuju Kecamatan Sosa Timur Kabupaten Padang Lawas (Palas) Provinsi Sumatera Utara. Selasa (23/2)
Kepala Desa Tanjung Ale, Tambunan Hasibuan mengisahkan akses jalinsum dari simpang PTPN IV di Desa Lubuk Bunut menuju perbatasan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau hanya berjarak 37 Km, namun ironis jalan tersebut hanya 6 Km yang hotmix, sedang sisanya masih telpot.
“Jalan ini statusnya jalan Provinsi, mulai Simpang PTPN IV hingga ke perbatasan 37 km mengitari 11 Desa yang ada di Kecamatan Sosa Timur”.
“Namun sayang jalan hanya 6 Km saja yang di aspal, itu juga di 2 tempat berbeda, sepanjang 2 km itu dibangun pada tahun 2019 lalu dan 4 km dibangun pada tahun 2017, itu keadaannya juga sudah banyak yang rusak”, terang Kades Tambunan Hasibuan.
Ia menerangkan kondisi jalan masih telpot, dimulai semenjak Kabupaten Palas belum mekar dari Kabupaten Tapanuli Selatan.
Belum lama ini Bupati Palas pernah bercerita dalam waktu dekat jalan ini akan ditingkatkan menjadi jalan nasional agar kondisi jalan bisa lebih baik atau dihotmix.
“Bupati TSO pernah bercerita jalan ini akan di tingkatkan menjadi jalan nasional, dengan perubahan status itu bisa mengubah jalan ini lebih layak karena warga sangat mengharapkan jalan tersebut diperbaiki,”harapnya.
Kades Tambunan Hasibuan mengakui setiap ada kegiatan musrembang Kecamatan, usulan terkait jalan selalu menjadi prioritas utama bagi 11 Desa yang ada di sepanjang jalan tersebut.
“Setiap musrembang kecamatan, dari 11 desa di sepanjang jalan ini hingga ke perbatasan Rohul, perbaikan jalan jadi prioritas utama, namun mungkin karna tidak ada pejabat dari daerah sini, baik di tingkat II maupun pusat jalan ini pun terabaikan”.
Sebelumnya Camat Sosa Timur Darwin Simatupang S.Sos juga mengakui jalan tersebut dari simpang PTPN IV Desa Lubuk Bunut sebagian besar masih Telpot.
Demikian juga dikeluhkan Br Nasution (35) warga sekitar, dia mengaku jalan tersebut hampir setiap hari dilaluinya.
“Beginilah pak keadaan jalan kami dari tahun ke tahun, masih telpot walaupun statusnya jalan provinsi, kalau hujan jalannya becek berlumpur, kalau kemarau atau 2 hari saja tidak hujan jalan ini malah dipenuhi debu,”katanya.
Dia bersama seluruh warga sekitar mengharapkan perhatian pemerintah agar jalan tersebut segera diperbaiki sehingga masyarakat merasa nyaman, tidak makan debu seperti kondisi saat ini.
“Kami selaku warga sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah kiranya jalan ini secepatnya di aspal layaknya jalan provinsi,” Harapnya, Br Nasution seorang ibu rumah tangga yang setiap hari melalui jalan tersebut untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.
R. Nainggolan










