TULANGBAWANG, Potretnusantara.id-Ketua Dewan Pengurus Daerah Forum Jurnalis Lampung (Forjil) kabupaten Tulang Bawang, Rido Ramadan mendesak Kepala Sekolah membuka identitas oknum wartawan dan LSM yang diduga melakukan intimidasi hingga berujung sikap 12 Kepala Sekolah melakukan pengunduran diri.
Dia menegaskan, tuduhan yang dialamatkan kepada oknum wartawan dan LSM tersebut nantinya dapat dianalogikan menjadi pencemaran nama baik jika pihak 12 Kepala Sekolah tidak membuka data dan bukti.
“Buka saja persoalannya, siapa oknum-oknum yang dimaksud. Karena mereka yang tertuduh itu mempunyai hak yang sama untuk membela dirinya,”tegas Ketua Dewan Pengurus Daerah Forum Jurnalis Lampung (Forjil) kabupaten Tulang Bawang melalui WAnya, Kamis (11/2).
Rido Ramadan menekankan, pada persoalan ini beban pembuktian tersebut ada pada pihak yang menuduh. Namun saat ini para kepala sekolah tersebut tidak mau membuka identitas oknum wartawan dan LSM beserta memberikan alat bukti bahwa telah terjadi intimidasi terhadap mereka.
Rido menjelaskan bahwa isu yang berkembang merupakan hembusan dari satu pihak, sedang pihak lainya yang disebut oknum wartawan dan LSM itu tidak diketahui siapa orangnya.
Dirinya juga menambahkan jika memang ada perbuatan melawan hukum, maka semestinya pihak yang merasa dirugikan dapat menempuh upaya hukum bukan membuat gaduh suasana.
“Disini ada dua lembaga sosial yang disebut, semestinya jika cukup bukti ya tempuh jalur hukum. Kalau persoalan ini tidak tuntas, maka kita kawatirkan ini bisa menimbulkan konflik berkepanjangan dan bisa menggangu stabilitas antar sesama,”tutupnya.
ssd










