KARIMUN, Potretnusantara.id-Puluhan sopir oplet di Kabupaten Karimun mulai merasakan dampak sepinya penumpang akibat wabah virus Corona. Imbasnya para sopir tersebut mengeluhkan minimnya pendapatan yang diperoleh setiap harinya.
Anasrul, salah satu sopir oplet rute Tebing-Karimun mengatakan selama masa pandemi ini, dirinya bersama rekannya merasa saat ini merupakan masa tersulit.
Menurutnya, kondisi saat ini dalam sejarahnya selama 4 dirinya menjadi sopir baru terjadi pada masa ini oplet pulang pergi terkadang tidak ada penumpangnya.
“Hancur pak,”kata Anasrul, Sabtu (14/11)
Dikatakan, sebelum masa pandemi dirinya masih dapat menyisihkan penghasilan untuk di tabung. Saat itu dirinya masih dapat sekitar Rp 150ribu hingga Rp 200ribu perharinya.
“Kalau sekarang kita tak bisa nabung pak. Pendapatan kadang Rp 50ribu sampai Rp 70ribu saja,”keluhnya
Anas menuturkan, akibat dampak pendemi dirinya pernah mendapat bantuan dari pemerintah sebesar Rp300ribu perbulannya.
“Dulu pernah dapat bantu selama tiga bulan. Namun setelah itu tidak ada lagi,”ungkapnya berharap.
Anasrul berharap pandemi ini cepat berlalu, sehingga roda pekonomian yang saat ini benar-benar sangat merosot tajam dapat bangkit kembali.
“Mungkin bukan cuma saya, teman-teman yang lain juga merasakan. Semoga saja pandemi ini secepatnya pergi,”tutupnya.
risky











Discussion about this post