Karimun, Potretnusantara.id – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33, Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tanjung Balai Karimun menggelar upacara bendera dan peringatan secara khidmat.
Kegiatan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026 di Aula Kantor Imigrasi setempat, dimulai pukul 07.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh jajaran pegawai, meliputi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Calon PNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta tenaga alih daya.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud dukungan nyata instansi terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga nasional, sekaligus menjadi sarana membangun semangat persatuan dan kesatuan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Muhamad Arfat. Dalam amanat yang dibacakannya, ia menyampaikan pidato resmi dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dengan mengusung tema peringatan tahun ini: “Ayah Wajib Hadir”.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Salah satu pesan intinya adalah memastikan setiap anak Indonesia lahir dan tumbuh dalam kondisi sehat jasmani, cerdas secara kognitif, serta memiliki kematangan emosional. Lebih dari itu, keluarga berperan sebagai madrasah pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja keras, hingga rasa cinta tanah air.
Amanat juga menyoroti tantangan kehidupan masa kini yang masuk dalam kategori lingkungan VUCA—penuh ketidakpastian, perubahan cepat, kompleksitas tinggi, serta tekanan yang kian meningkat. Di tengah kondisi tersebut, keluarga memiliki peran strategis sebagai pelabuhan emosional yang aman dan stabil, tempat seluruh anggotanya merasa dihargai, didengarkan, serta mendapatkan dukungan penuh dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
“Ketika kondisi keluarga harmonis dan kuat, maka kesiapan mental serta spiritual setiap individu akan terjaga. Hal ini sangat berpengaruh langsung terhadap kinerja dan pengabdian kita sebagai ASN,” ujar Arfat mengutip isi pidato.
Melalui peringatan ini, seluruh pegawai diharapkan semakin sadar untuk menciptakan keseimbangan yang selaras antara tanggung jawab dalam keluarga dan pelaksanaan tugas kedinasan. Kesadaran itu dinilai penting untuk memperkuat komitmen bersama mewujudkan keluarga yang berkualitas, sejahtera, dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, rangkaian upacara berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan. Momentum ini dinilai efektif untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan jiwa nasionalisme di lingkungan kerja.
Pemahaman baru yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pendorong semangat bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan profesionalisme, menjunjung tinggi integritas, serta memberikan pelayanan publik yang prima dan berkeadilan bagi masyarakat. (Ery)








