Potretnusantara.id, Natuna– Komitmen membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini terus diperkuat oleh jajaran Kepolisian Republik Indonesia melalui berbagai program edukatif. Salah satu langkah inspiratif datang dari Satuan Lalu Lintas Polres Natuna yang menghadirkan program Polisi Sahabat Anak bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
Program ini menjadi contoh pendekatan edukasi yang inklusif, di mana anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan pemahaman tentang rambu-rambu lalu lintas, keselamatan di jalan, serta praktik menyeberang secara aman dengan metode interaktif, seperti bermain dan bernyanyi.
Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, menegaskan bahwa edukasi keselamatan lalu lintas tidak boleh terbatas pada kalangan tertentu saja, melainkan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Edukasi sejak usia dini, termasuk kepada anak-anak berkebutuhan khusus, menjadi langkah penting dalam membentuk budaya tertib di jalan raya,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Natuna, AKP Erwan Tony, menjelaskan bahwa pendekatan persuasif menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan disesuaikan dengan kemampuan siswa, sehingga mudah dipahami dan diingat.
Selain pemberian materi, para siswa juga diajak praktik langsung di lapangan, termasuk simulasi menyeberang jalan yang aman. Bahkan, kegiatan ini turut diintegrasikan dengan kunjungan edukatif, sehingga anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan.
Program ini dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam menciptakan generasi yang sadar hukum, disiplin, serta mendukung target Zero Accident di Indonesia. Pendekatan humanis yang dilakukan juga menjadi bagian dari upaya membangun citra polisi yang ramah dan dekat dengan masyarakat.
Langkah Satlantas Polres Natuna ini diharapkan dapat menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia dalam menghadirkan edukasi lalu lintas yang tidak hanya efektif, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.(Kalit)










