Potretnusantara.id, Natuna –
Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan bebas diskriminasi di Kabupaten Natuna. Penegasan ini disampaikan dalam forum peringatan Hari Anak Nasional 2025, yang juga dihadiri pengurus Forum Anak Daerah , para pelajar, dan sejumlah kepala sekolah.
Menurut Bupati, anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) harus mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama dalam setiap kegiatan, baik dalam bidang pendidikan maupun sosial. Ia menolak segala bentuk diskriminasi terhadap anak-anak penyandang disabilitas.
“Semua anak di Natuna adalah anak-anak kita. Tidak boleh ada pembedaan. Anak SLB juga harus dilibatkan seperti anak SMP dan SMA lainnya,” tegas Cen Sui Lan disambut tepuk tangan hadirin.23 juli 2025
Bupati juga secara langsung menanggapi keluhan terkait kendala transportasi yang dialami siswa SLB Natuna. Diketahui, layanan antar-jemput siswa dari dan ke sekolah telah terhenti selama sekitar 4 bulan terakhir karena sopir sekolah sebelumnya sudah pensiun dan belum ada penggantinya.
Permasalahan ini diungkap oleh Kepala SLB Natuna, Raja Ipulidarni, M.Pd., dan guru agama Suhaimi, yang menyampaikan bahwa kondisi ini sangat menyulitkan aktivitas belajar-mengajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Diketahui, selama ini ada dua rute utama yang dilayani transportasi sekolah, yaitu Cemaga dan Tanjung. Namun sejak sopir tidak lagi aktif, pihak sekolah kesulitan menjemput para siswa secara rutin.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Cen Sui Lan langsung meminta Dinas terkait untuk segera mencari solusi, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri selaku pengelola anggaran operasional SLB.
“Ini harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai anak-anak SLB kita kehilangan haknya hanya karena persoalan teknis. Kita harus hadir memberi solusi,” tegasnya.
Langkah Bupati Natuna ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan inklusif di Natuna. Anak-anak penyandang disabilitas, yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dalam skala kebijakan daerah, kini mulai mendapatkan ruang yang layak dalam sistem pendidikan dan sosial masyarakat.
Penulis kalit










