Banda Aceh, Potretnusantara.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Tasdik Ilhamudin melaporkan, secara tahunan (y-on-y), pada Mei 2025 Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 2,35%, yang berarti harga barang dan jasa secara umum mengalai kenaikan rata-rata sebesar 2,35% dibandingkan Mei tahun sebelumnya.
Plt. Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin mengatakan, berdasarkan data inflasi menurut kelompok pengeluaran, bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi sebesar 0,91%”.
“Inflasi tahunan terutama didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas seperti emas perhiasan, ikan dencis, tarif air minum PAM, ikan tongkol, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Selain itu, terdapat beberapa komoditas yang masih memberikan andil terhadap inflasi bulanan, diantaranya tomat, beras, ikan bandeng, jeruk dan angkutan udara,” jelas Tasdik.
Masih kata Plt. Kepala BPS Aceh, di sisi lain terdapat komoditas yang memberikan pengaruh deflasi, diantaranya cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras dan bensin. Terdapat 5 daerah atau kota penghitungan inflasi di Provinsi Aceh, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah dan Aceh Tamiang.
“Dimana pada Mei 2025 terjadi inflasi tahunan di seluruh wilayah penghitungan inflasi. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Meulaboh, yakni sebesar 3,32%, sedangkan paling rendah terdapat di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 1,33%. Untuk inflasi bulanan, seluruh wilayah mengalami deflasi dengan deflasi terbesar terdapat di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni sebesar 1,36%,” sebutnya.
Ia juga merincikan, pada Mei 2025, terjadi deflasi bulanan sebesar 0,59% dan inflasi tahunan sebesar 2,35% di Provinsi Aceh.
Penyumbang utama deflasi Mei 2025 secara m-to-m adalah kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 0,60%.
“Adapun komoditas penyumbang utama deflasi pada kelompok tersebut adalah cabai merah, ikan tongkol, bawang merah, udang basah, kentang dan cabai rawit. Penyumbang utama inflasi Mei 2025 secara y-on-y adalah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,91%. Adapun komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut adalah ikan dencis, ikan tongkol, Sigaret Kretek Mesin (SKM), beras, minyak goreng dan ikan bandeng,” bebernya.
“Sementara itu, pada bulan Mei 2025, BPS mencatat bahwa Provinsi Aceh mengalami deflasi atau penurunan harga secara month-to-month (m-to-m) sebesar 0,59%, dibandingkan dengan bulan April 2025.
Sementara Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan tertinggi adalah Makanan, Minuman, dan Tembakau, dengan deflasi sebesar 1,57% dan memberikan andil sebesar 0,60%. Beberapa komoditas yang mempengaruhi deflasi bulanan adalah cabai merah, diikuti oleh ikan tongkol, bawang merah, udang basah, dan kentang”. pungkasnya. (Ics).
Editor : Din










