KARIMUN, Potretnusantara.id-Masyarakat Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun mengeluhkan dampak ledakan blasting berupa debu dan getaran yang terjadi pada Kamis (20/2) sore lalu. Akibat persoalan tersebut, pihak Kecamatan dan Kelurahan melakukan mediasi antara masyarakat dengan pihak manajemen PT Karimun Granit (KG) Jumat (21/2) di Gedung Kantor Camat Meral.
Dalam kesempatan ini, Samsul KTT yang juga sekaligus Menejer PT KG menjelaskan pada saat kejadian Kamis sosre lalu bahan peledak yang digunakan jauh lebih rendah dari hari-hari sebelumnya. Untuk menyakinkan, pihaknya menyarankan untuk dapat melakukan pengecekan ke Kepolisian yang bertugas saat itu.
“Biasanya kita gunakan 60 hingga 80 lobang, tetapi kita pastikan pada hari Kamis kemarin itu hanya 48 saja, artinya bahan peladaknya jauh lebih sedikit daripada biasanya,”paparnya, Jumat (20/2) dihadapan masyarakat dan Kecamatan, Kelurahan dan Kepolsian di Gedung Kecamatan Meral Barat.
Dia mengakui pada saat peledakan kondisi angin cukup kencang hingga mengarah ke pemukiman warga. Untuk itu, Dia berharap agar pihak Kecamatan nantinya berkenan untuk memediasi persoalan ini. Karena dalam minggun ini pimpinannya akan datang ke Karimun sehingga dia menyarankan agar ada tim kecil untuk melakukan komunikasi secara langsung nantinya.
“Saya sudah berkomunikasi dengan pimpinan perusahaan sebelum adanya kejadian ini, bahwa hari minggu (23/2) informasinya akan kesini (Karimun). Jika ada kesediaan dari Pak Camat bahwa ada tim kecil yang dapat berkomunikasi agar nantinya lebih fokus pembicaraannya dengan pimpinan,”pintanya.
Dia mengatakan akan menyampaikan seluruh kejadian dan hasil rapat yang hari ini dilakukan kepada pimpinan perusahaan.
“Kami memohon maaf atas kejadian yang terjadi pada hari Kamis lalu. Harapan kita perusahaan dapat berjalan dan masyarakat sekitar nyaman,”harapnya
Pantauan dilapangan, rapat pertemuan yang dimulai sekira pukul 14.30wib tersebut selesai sekira pukul 16.00wib dan disepakati oleh warga memberikan waktu tiga hari kepada pihak perusahaan, namun jika perusahaan mengabaikannya tuntuntannya, maka masyarakat sepakat untuk melakukan boikot pada hari Selasa (25/2).
red











Discussion about this post