BATAM, Potretnusantara.id-Polisi menyayangkan kejadian anarkis di fasilitas PT Makmur Elok Graha (MEG) oleh warga Rempang, diduga kejadian oleh terjadi oleh ulah tindakan provokator dari kelompok-kelompok yang kurang bertanggung jawab.
Akibat kejadian ini, polisi saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku atau kelompok yang melakukan tindakan provokatif kepada masyarakat, dan saat ini polisi sedang melakukan pendalam terhadap informasi tersebut.
”Ada oknum yang memancing, memberi informasi kepada warga bahwa ada kesewenang-wenangan dari pihak MEG,” Kapolsek Galang Iptu Alex Yasral. Minggu (22/9)
Dari informasi yang beredar di masyarakat, oknum itu juga menyampaikan bahwa dirinya pihak pemilik tanah dan akan menghibahkan lahan kepada warga. Padahal seperti diketahui BP Batam sudah membayarkan hak atas lahan kepada warga dan menyerahkan pengelolaannya kepada PT MEG.
”Karena komunikasi di lapangan kurang baik, terjadilah bersinggungan kedua pihak. Dari masing-masing pihak ada korban. Dari masyarakat juga ada, dari PT juga ada. Saat ini masing-masing menempuh jalur hukum,” jelas Alex.
Alex menekankan sebenarnya situasi keamanan di Pulau Rempang tergolong aman. Namun, ada pihak-pihak yang menggiring opini agar terjadi kondisi yang panas.
”Di Rempang ini pada dasarnya situasinya aman. Cuma digoreng, digoreng, digoreng, terjadilah masalah ini,” tegas Alex Yasral.
Alex juga memantau banyak berita simpang-siur bahkan mengarah pada hoaks mengenai konflik yang terjadi di Pulau Rempang itu.
”Jangan mudah terprovokasi, apalagi hoaks sekarang merajalela di Pulau Rempang ini,”tandas Alex.
nando










