KARIMUN, Potretnusantara.id-Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Karimun terus memberikan pemahaman tentang bagaimana cara atau tindakan yang harus dilakukan untuk memerangi Bullying dilingkungan masyarakat khususnya di sekolah.
Analis Kebijakan Ahli Muda, Kyushu Marina, SE, M.M.Pub mengatakan program seperti itu sangat penting untuk dilakukan secara berkelanjutan khususnya di sekolah-sekolah, mengingat persoalan Bullying sudah menjadi persoalan serius mengingat dampaknya yang sangat fatal bagi kehidupan masa depan si korban juga masalah hukum bagi si pelakunya.
Tujuannya adalah, untuk membangkitkan rasa peduli jiwa dan raga para peserta didik terhadap lingkungan, terutama dengan maraknya aksi-aksi bunuh diri akibat pembiaran oleh lingkungan.
“Focus discutionnya adalah bagaimana mencegah terjadinya bullying dengan melihat, menganalisa dan melaporkan kejadian yang mencurigakan kepada guru/kepala sekolah,”katanya kepada potretnusantara.id melalui WhatsApp. Sabtu (21/9) pagi.
Dia menjelaskan, Bulyling sendiri tidak hanya terjadi dilingkungan sekolah, bullying berangkat dari ketahanan mental individu. Bullying dirumah dan lingkungan masyarakat juga sering terjadi, yang hal ini lebih parah dampaknya ketika tidak segera diatasi.
Pelaku bullying bukan saja hanya dilakukan oleh murid, tapi kerap dilakukan juga oleh orang dewasa, seperti membandingakan antar anak-anak didik, memaksa anak agar jadi juara, memilih milih pekerjaan dengan melihat jenis kelamin, membentak, menekan secara verbal, dan banyak lagi hal lainnya.
“Di semua lini bisa terjadi, nah pemahaman ini yang harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita ciptakan Sebarkan Kebaikan, Jadilah Teman dengan demikian ruang atau tempat bullying itu tidak memiliki tempat di pikiran kita,”katanya bijak.
Dia menyarankan untuk pihak sekolah agar materi bulying tidak hanya diberikan ke anak saja, tapi juga parenting untuk orang tua (terutama ayah) dan bagi tenaga pendidik, agar pencegahan bullying dapat kita laksanakan secara seimbang dan berkeadilan gender.
“Kita dapat melihat di berita-berita bagaimana dasyatnya dampak dari bullying, bahkan ada yang hingga bunuh diri. Jadi sangat penting persoalan ini kita berantas dengan melibatkan semua pihak khususnya tenaga pendidik dan orang tua murid,”tegasnya.
Diberitakan sebelumnya https://potretnusantara.id/adrison-waspada-bullying-kejahatan-terorganisir-tidak-terlihat-tetapi-mematikan/
ery










