KARIMUN, Potretnusantara.id-Hobby juga harus dibarengi pengetahuan minimal memahami sedikit tentang hobby yang akan dijalani, salah satu warga Tebing mengaku rugi lumayan banyak karena menjalani hobby tanpa pengetahuan.
Hal ini dialami Simamora, ayah tiga nak ini mencoba hobby baru dengan memelihara burung Murai Batu, alhasil karena pengetahuan yang kurang hobby tersebut jadi gagal total.
“Cukup lumayan rugi,”katanya mengawali hobbynya, Selasa (2/9).
Dia mengatakan, dirinya tertarik menjalani hobby pelihara Murai Batau karena tertarik dengan suara nyaringnya sehingga dia memulai sekitar tiga bulan yang lalu.
“Pertama saya bangun aviari mini lengkap dengan air terjunya, biayanya lumayan juga,”katanya mengisahkan.
Setelah dia membangun aviarynya, baru dia membeli burung Murai Batu.
“Waktu itu saya beli satu pasang dulu harganya 2,5 juta, baru sekitar beberapa hari lagi saya beli dua ekor betina,”katanya.
Tanpa mencari tahu bagaimana beternak mMurai yang baik, dia terus menjalaninya dan memberikan makanan jangkrik, poor dan vitamin setiap harinya.
Namun selang satu bulan, burung murai batu yang jantan mati.
“Setelah jantan mati, kemudian setiap harinya yang lain mati juga,”katanya kesal.
Tidak mau putu asa, dirinya mencoba satu kali lagi membeli satu pasang Murai Batu dengan umur masing-masing hampir empat tahun umurnya.
“Cuman dua hari saya beli yang ketiga kalinya, mati juga,”kesalnya.
Dia menceritakan kejadian tersebut kepada teman-temannya, dan seluruhnya mengatakan bahwa pola pengasuhan yang dilakukan itu salah.
“Kalau jangkrik terus panas badannya apalagi makanan jangkriknya daun ubi kayu. Jangankan burung bebek aja mati itu dibuatnya,”kata Andra salah satu penjual burung.
Untuk itu katanya, hobby itu perlu juga pengetahuan agar jangan sampai merugi dan kecewa.
“Harus konsultasi dulu dengan teman-teman, ini kan kasihan,”katanya.
Pantauan dilapangan, saat ini aviarynya hanya di huni satu ekor burung kacer dan dua ekor burung mata putih.
ery










