Karimun, Potretnusantara.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kerukunan Pemuda Karimun (KPK) menduga ada praktik monopoli dalam mendapatkan Trayek atau Slot untuk pengoperasian Kapal Fery angkutan penumpang dari pelabuhan Tanjung Balai Karimun ke Terminal Fery Antar Bangsa Kukup (TFAK) dan Terminal Putri Harbour Johor Malaysia.
Hal ini disampaikan Ketua DPP KPK, Mardana Surya Karma kepada media ini, Rabu (22/02/23) di Sekertariat KPK.
“Karena sulitnya mendapatakan trayek dari Perbadanan Angkutan Awam Johor (PAJ) Malaysia, Saya duga ada praktik monopoli dari salah satu perusahaan yang sudah berjalan dan menimbulkan persaingan yang tidak sehat serta dapat merrugikan kepentingan perusahaan lain, khususnya perusahan anak tempatan,” jelas Surya.
Ia juga menegaskan, Kerukunan Pemuda Karimun menyatakan sikap untuk meminta KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun untuk menutup sementara Pelabuhan Internasional Jalur Johor Malaysia.
“Hingga sampai adanya keputusan yang jelas, adil serta syarat yang jelas untuk mendapatkan trayek. Dan kepada KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun agar dapat segera menyelesaikan permasalaan ini,” tegas Surya.
Ia juga mengatakan, pada tanggal 18 Januari 2023 lalu KPK bertemu dengan Bupati Karimun dan Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun untuk meminta jawaban atas permasalahan itu.
“Jawaban mereka saat itu akan membantu Perusahan lokal untuk mendapatkan trayek tersebut. Namun ketika kemarin kami tanya hasilnya, pihak KSOP hanya menjawab bahwa belum ada balasan dari pihak Malaysia sampai saat ini. Kami anak tempatan siap bersaing secara sehat dan kami punya kemampuan”. Kata Surya. (Din).
Editor : RD







