Natuna, Potretnusantara.Id – memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Subi jadikan ajang kebersamaan serta menjadikan wujud syukur kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa agama Islam ke dunia ini. Hal ini juga sudah menjadi tradisi turun temurun, berbagi makanan dan buah buahan dihidangkan untuk melengkapi ajang kebersamaan bagi warga Subi.
Cuaca hujan tidak menjadi masalah bagi warga Desa Meliah dan sekitarnya untuk tetap menjalankan kegiatan peringatan Maulid Nabi. Antusias warga dari berbagi penjuru Desa hadir di Mesjid An Nur, Desa Meliah untuk menyantap berbagai hidangan dan buahan buahan.
Nilai keunikan tersendiri bagi warga Kecamatan Subi saat Maulid berlangsung adalah rasa kebersamaan mensyukuri sebagai pemeluk agama muslim dan melahirkan rasa kerinduan pada kampung halamannya Subi selalu memperingati dan merayakan maulid Nabi setiap tahunnya.
Aroma budaya Melayu semakin kental, warga dengan pakaian busana muslim berciri khas Melayu melakukan iring -iringan tabuh gendang rembana kepada para warga sekitar saat membawa makanan dalam Tampa (tempat bawa makanan) diarak menuju Mesjid untuk melakukan doa dan makan bersama.
Kecamatan Subi berpenduduk sekitar 3 ribu terdiri dari 8 Desa jadikan peringatan Maulid Nabi atau akrab disebut Maulud menjadi ajang kebersamaan mempertegas keimanan kepada Nabi Muhammad.
Alfian, Kepala Desa Meliah mkatakan, tradisi peringatan maulud sudah dijalankan mulai dari dulu. Ia menjelaskan, tahun ini Desa Meliah dijadikan lokasi pertama, selanjutnya Desa Subi besar dan Desa Subi.
“Kegiatan ini sudah tradisi kita lakukan setiap tahun memperingati Maulud,” ucap Alfian, Sabtu (8/10/22).
Sebelum tradisi makan bersama, warga Subi melakukan Berzanji, Maksudnya adalah membaca kitab yang berisikan doa pujian dan riwayat Nabi Muhammad SAW yang dilantunkan dalam suatu irama atau nada. Bagi masyarakat Melayu, kegiatan berzanji ini tidak hanya dilakukan saat Maulud Rasul tetapi juga dalam kegiatan perkawinan, aqiqah atau sunatan.
Untuk menu makanan, selain berbagai menu makanan disajikan oleh warga, teristimewa juga disajikan roti tawar dengan selai srikaya . Roti tersebut sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Subi saat peringatan Maulud.
Dalam peringatan Maulud, selain warga Para Muspika kecamatan Subi juga turut hadir. Untuk perayaan Maulud dilakukan tiga selama tiga hari berturut ,dimulai dari Desa Meliah,Mesjid An Nur Pada tanggal 8 Oktober, dilanjutkan pada tanggal 9 Oktober Desa Subi Besar,Mesjid Al -Jannah dan selanjutnya Desa Subi Mesjid Ar Raudah pada tanggal 10 Oktober 2022.
Moment ini juga menghadirkan pengendang Rebana sebagai pengiring saat warga membawa berbagai makanan menuju mesjid yang melibatkan dari Desa Meliah,Desa Meliah Selatan,Desa Subi ,Desa Subi Besar,Desa Terayak dan Desa Subi Timur. (Kalit).










